"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan yang lebih luas mengenai kearifan lokal di Asia namun juga kolaborasi untuk mempublikasikan prosiding makalah peserta yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Liberal Thammasat University Bangkok".
HUMAS FIB USU - Rabu, 26 Juni 2024, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Seminar Internasional Kearifan Lokal dan Globalisasi di Asia Tenggara. Kegiatan ini diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Thailand, Polandia dan Sumatera Utara dengan Pembicara kegiatan ini adalah Prof. Dr. Fernando A Santiago Jr. dari De Lasalle University Filipina, Bapak Prof. Dr. Pipad Krajaejun dari Tammasat University Thailand, Bapak Prof Fraciszeck Czech dari Jegioellonian University Polandia, dan Bapak Prof Budi Agustono dari Universitas Sumatera Utara dan moderator Kiki Maulana Affandi, SS, MA Universitas Sumatera Utara. dan juga dihadiri oleh Bapak Muhammad Pujioni, SS, Ma, Phd (Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara), Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun SSi, MSi. (Wakil Rektor 3 Universitas Sumatera Utara), Dra. Lila Pelita Hati, M.Si (Ketua Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara) dan Dosen serta Mahasiswa Jurusan Sejarah Melalui Zoom Meetings.
Ketua Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Dra. Lila Pelita Hati, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kami dari Program Studi Sejarah mengucapkan terima kasih atas kesediaannya memberikan ilmu yang luas kepada kami dalam acara ini, baik dari Universitas Sumatera Utara maupun dari universitas dan instansi lain. Kami bangga kepada seluruh pihak penyelenggara yang telah bekerja sangat keras dalam kegiatan hari ini.
"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan yang lebih luas mengenai kearifan lokal di Asia namun juga kolaborasi untuk mempublikasikan prosiding makalah peserta yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Liberal Thammasat University Bangkok". Teman-teman Tammasat University, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik ini, semoga dapat dilanjutkan dalam Nota Kesepahaman antara universitas dan fakultas untuk mewujudkan 6 Key performance indikator kerjasama program studi dengan mitra kelas dunia.
Wakil Dekan III FIB USU Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa kearifan lokal mengacu pada nilai-nilai, tradisi, pengetahuan, dan praktik yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas atau wilayah tertentu. Dalam kasus TALENTA, Universitas Sumatera Utara, kearifan lokal memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya lembaga tersebut. Kearifan lokal TALENTA dibangun berdasarkan empat pilar utama: kerja sama, pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Pilar-pilar tersebut mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan Civitas Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, serta menjadi landasan kurikulum dan kegiatan program.
Salah satu prinsip utama TALENTA adalah pentingnya kerja tim dan kolaborasi. Dosen dan Mahasiswa didorong untuk bekerja sama dalam proyek kelompok, berpartisipasi dalam latihan membangun tim, dan saling mendukung dalam mencapai tujuan mereka. Penekanan pada kerja tim membantu siswa mengembangkan keterampilan interpersonal yang kuat dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia profesional.
Hari ini kita sama-sama akan mengikuti seminar yang bertemakan Kearifan Lokal dan Globalisasi di Asia Tenggara. Seminar ini merupakan kerjasama antara Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan Departemen Sejarah Fakultas Liberal dan Seni Universitas Thammasat. Kegiatan antara kedua lembaga ini diharapkan tidak hanya berhenti sampai disini saja, namun akan menghasilkan kegiatan-kegiatan lain di kemudian hari.
Wakil Rektor III, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt dalam Sambutannya menyampaikan Globalisasi menjadi sebuah tantangan bagi kearifan lokal di wilayah Asia Tenggara. Di sisi lain kearifan lokal menjadi identitas penting bagi masyarakat yang ada di Asia Tenggara. Wilayah ini kaya akan budaya lokal dan lingustik namun karena globalisasi, kearifan lokal mengalami tantangan yang signifikan. Kearifan lokal adalah sebuah value dari komunitas masyarakat lokal dan menguatkan solidaritas antara komunitas tersebut. Kita dapat mengintegrasikan kearifan lokal dengan dunia global meskipun tengah menghadapi tantangan dari globalisasi itu sendiri. Kearifan lokal membantu sangat dalam dalam menghadapi tantangan globalisasi yang mengubah lingkungan dan lain-lain. Dalam forum ini kita dapat berbagi solusi inovatif untuk menjembatani kearifan lokal dan globalisasi.