facebookinstagram

HUMAS FIB USU - Pada hari Sabtu, 24 Mei 2025 Program studi Penciptaan dan pengkajian Seni Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan seminar bertajuk “Menjaga Warisan, Merespon Zaman: Strategi Keberlanjutan Tari Serampang Dua Belas dalam Konteks Budaya Melayu Kontemporer” sebagai upaya pelestarian seni tradisi sekaligus respons terhadap dinamika perkembangan zaman.

Seminar ini membahas pentingnya menjaga eksistensi Tari Serampang Dua Belas sebagai salah satu warisan budaya Melayu yang memiliki nilai historis, estetis, dan filosofis yang tinggi. Dalam konteks budaya Melayu kontemporer, tari tradisional tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai identitas budaya yang perlu terus dikembangkan agar tetap relevan bagi generasi muda.

Melalui forum ini, para narasumber memaparkan berbagai strategi keberlanjutan, mulai dari inovasi dalam penyajian tari, penguatan pendidikan seni budaya, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan dokumentasi. Diskusi yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai pentingnya kolaborasi antara pelaku seni, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Dengan diselenggarakannya seminar ini, Fakultas Ilmu Budaya menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal, khususnya seni tari Melayu, agar tetap hidup dan beradaptasi di tengah arus modernisasi.