Kolaborasi akademik tidak mengenal batas ketika dilandasi oleh semangat melestarikan budaya dan memberdayakan masyarakat. Semangat inilah yang membawa Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum., dosen Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, dipercaya menjadi panelis pada The 7th Geotourism Festival & International Conference (GEOFEST 2026) yang diselenggarakan di Ipoh, Perak, Malaysia. Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan perwakilan masyarakat adat dari berbagai negara untuk membahas peran warisan budaya dan geowisata berkelanjutan dalam mendukung pembangunan masa depan.

Mengusung tema "Tracing Toba Ash Diaspora & Empowering Indigenous Community," GEOFEST 2026 diselenggarakan oleh Lenggong UNESCO Global Geopark bersama Indonesia Geopark Network melalui kolaborasi strategis dengan Raja Ampat UNESCO Global Geopark dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Kegiatan ini menjadi wadah internasional untuk memperkuat jejaring kerja sama, mempromosikan pelestarian geoheritage, mendorong pertukaran pengetahuan, serta mengembangkan pembangunan berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai budaya masyarakat adat.

Partisipasi dosen Program Studi Sastra Batak dalam forum bergengsi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal memiliki posisi penting dalam diskusi akademik di tingkat global. Kehadiran tersebut tidak hanya merepresentasikan Universitas Sumatera Utara, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Batak sebagai bagian dari warisan budaya dunia yang relevan dengan isu-isu pelestarian budaya, pengembangan geowisata, dan pemberdayaan masyarakat adat. Melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas negara, budaya lokal terus menunjukkan perannya sebagai sumber inspirasi bagi pembangunan yang berkelanjutan.