Mahasiswa Program Studi S1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU), Hana Nazihah Siregar, mengikuti Japanese-Language Program for Counterpart Japanese Learners of the Nihongo Partners (University Students) Spring Program 2026 yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation melalui Japanese-Language Institute, Kansai, Jepang. Program internasional tersebut berlangsung dari 12 Mei hingga 24 Juni 2026 di Japanese-Language Institute, Kansai, Osaka, Jepang, dan diikuti oleh 27 peserta dari Indonesia, Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, Filipina, dan India.

Program ini merupakan pelatihan dan pertukaran intensif bagi mahasiswa pembelajar bahasa Jepang yang berperan sebagai counterpart dalam program Nihongo Partners. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang secara langsung di lingkungan penutur asli, kegiatan juga mengajak peserta mengkaji isu global berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta Well-being. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan lintas budaya sekaligus membangun jejaring internasional.

Selama mengikuti program, peserta menjalani pembelajaran bahasa Jepang secara intensif setiap hari menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar. Sebanyak 27 peserta dibagi ke dalam tiga kelas dengan masing-masing kelas didampingi oleh seorang pengajar bahasa Jepang. Materi pembelajaran terbagi ke dalam empat tema utama, yaitu 食 (shoku) atau makanan, 観光 (kankou) atau pariwisata, ダイバーシティ (diversity) atau keberagaman, serta 私の「テーマ学習」 (Watashi no Teema Gakushuu) atau pembelajaran berdasarkan tema yang dipilih peserta.

Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di dalam kelas. Peserta terlibat dalam diskusi kelompok, refleksi dan mind mapping, penulisan karangan bahasa Jepang (sakubun), serta proyek penelitian yang meliputi penyusunan pertanyaan, pengumpulan data melalui wawancara, dan presentasi. Pola pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggunakan bahasa Jepang secara aktif sekaligus mengembangkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan.

Pengalaman belajar juga diperkuat melalui berbagai kegiatan lapangan. Pada 21 Mei 2026, peserta mengikuti kunjungan ke Izumisano-shiritsu Nagasaka Shougakkou. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperkenalkan kebudayaan dari negara masing-masing kepada siswa sekolah dasar, makan siang bersama, serta mengikuti kegiatan pembersihan kelas atau o-souji.

Pada 4 Juni 2026, peserta mengunjungi Kokuyo K. Heart Co., Ltd. melalui kegiatan Kokuyo Houmon yang berkaitan dengan tema Diversity. Kunjungan tersebut memberikan pengalaman mengenai penerapan Universal Design, termasuk pengamatan terhadap alat tulis dan furnitur yang dirancang agar mudah digunakan oleh penyandang disabilitas maupun pengguna kidal. Peserta juga mempelajari lingkungan kerja yang inklusif serta penggunaan sistem komunikasi visual di lingkungan pabrik.

Selain itu, Hana mengikuti program Home Visit pada 13 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Hana berinteraksi secara langsung dengan keluarga angkat dan mengikuti berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Kegiatan meliputi memasak dan menikmati takoyaki, mencoba tradisi nagashi somen, bermain bersama anak keluarga angkat, belajar membuat origami, serta mengunjungi kuil lokal yang dikelilingi taman bunga ajisai. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal kebiasaan dan kehidupan masyarakat Jepang secara lebih dekat.

Program juga mencakup study trip ke Hiroshima dan Hyogo pada 28–30 Mei 2026. Di Hiroshima, peserta mengikuti kegiatan Senbazuru dengan merangkai burung bangau kertas untuk diserahkan di Children's Peace Monument, mengunjungi Miyajima dan Kuil Itsukushima, serta mendatangi Hiroshima Peace Memorial Park & Museum dan Atomic Bomb Dome. Perjalanan dilanjutkan ke Hyogo untuk mengunjungi Kastil Himeji dan mengeksplorasi Kota Kobe. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman mengenai sejarah, kebudayaan, dan pariwisata Jepang.

Dalam rangka pertukaran mahasiswa Jepang, peserta juga mengikuti Osaka Orienteering. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mengeksplorasi Kota Osaka secara mandiri, mengamati kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, serta berinteraksi dengan warga lokal untuk mempraktikkan dialek Osaka atau Osaka-ben. Hasil pengamatan dan pengalaman tersebut kemudian didiskusikan dan dipresentasikan di dalam kelas.

Pengalaman kebudayaan tradisional Jepang turut menjadi bagian dari program melalui kegiatan Bunka Taiken. Peserta dapat memilih kegiatan budaya yang tersedia, dan Hana mengikuti Aikido serta Kadou atau Ikebana. Dalam kegiatan Aikido, Hana mempelajari gerakan dasar, keseimbangan, dan filosofi penghormatan dalam seni bela diri tradisional Jepang. Sementara itu, melalui Kadou, Hana mempelajari teknik memotong batang, pemanfaatan ruang kosong, dan penyusunan bunga khas Jepang.

Selain mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan kebudayaan, Hana Nazihah Siregar juga memperoleh kesempatan untuk mewakili peserta dari delapan negara dalam Upacara Penutupan Resmi atau Shuuryōshiki. Hana menyampaikan pidato dalam bahasa Jepang yang berisi pengalaman selama mengikuti pembelajaran di Jepang, ucapan terima kasih kepada pihak penyelenggara, serta kesan mengenai persahabatan yang terjalin antarpeserta dari berbagai negara.

Keikutsertaan Hana dalam Japanese-Language Program Spring 2026 memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga pada pemahaman sosial dan budaya, pengembangan kemampuan komunikasi, kerja sama, kemandirian, serta interaksi lintas budaya. Program ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dengan pembelajar bahasa Jepang dari berbagai negara di Asia dan India.

Melalui keikutsertaannya dalam program internasional tersebut, Hana Nazihah Siregar turut membawa nama Program Studi S1 Sastra Jepang FIB USU dalam lingkungan akademik dan pertukaran budaya internasional. Pengalaman belajar secara langsung di Jepang serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik dan budaya diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus mendorong peningkatan kemampuan bahasa Jepang dan partisipasi dalam program internasional pada masa mendatang.