“Dengan adanya kegiatan ilmiah ini dapat meningkatkan mobilitas dosen dan mahasiswa pascasarjana untuk berpartisipasi dan mempresentasikan penelitian terbaru di ajang internasional ini. Lebih jauh lagi, manfaat dari konferensi ini tidak hanya sekedar memperluas wawasan dan menambah pengetahuan para peserta, tapi juga menjalin kerjasama dan jaringan antar lembaga, peneliti, dan pemateri,” tutur Prof. Thyrhaya.
HUMAS FIB USU - Sabtu, 15 Juni 2024, Program Studi Doktor Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara telah menyelenggarakan International Interdisciplinary Conference on Language Affairs (IICoLA). Konferensi ini mengundang beberapa narasumber yaitu Assoc Prof. Dongping Zheng, Ph.D. dari University of Hawaii USA, Assoc Prof. Ayesha Junaid, Ph.D. dari Christian University Pakistan, Assoc Prof. Saskia Van Viegen, Ph.D. dari York University Kanada, dan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. Dosen Internal USU. Konferensi ini dimoderatori oleh Dr. Erikson Saragih, S.Pd., M.Hum

Ketua Program Studi Doktor Linguistik FIB USU Prof. Dr. Drs. Mulyadi, M.Hum. berterima kasih kepada dekan FIB USU yang telah memberikan dukungan moril dan finansial kepada panitia, sehingga konferensi ini dapat terlaksana. Prof Mulyadi menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Dr Erikson yang merancang konferensi ini, dan menghubungi para pembicara sehingga acara ini dapat berlangsung, dan juga kepada mahasiswa S3 yang menyelenggarakan konferensi ini.
“Saya berharap konferensi ini dapat mempererat kerjasama para pembicara secara personal maupun institusi. Selain itu, kami berharap konferensi ini dapat mendukung USU menuju World Class University,” tutur Prof Mulyadi.
Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema konferensi kali ini sangat menarik. Bahasa bersifat unik bagi manusia karena beberapa alasan. Mencerminkan kompleksitas, keserbagunaan, dan integrasi mendalam dengan kognisi manusia dan daya tarik sosial. Universalitas bahasa mengacu pada ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang umum dimiliki semua umat manusia.
Prof Thyrhaya berharap konferensi ini menjadi konferensi yang sangat produktif dengan diskusi dan pertukaran ilmu yang menarik dan menyemangati. Jadi bersama-sama kita dapat mengantisipasi terobosan pengetahuan dan penelitian di masa depan mengenai keunikan dan universalitas bahasa. Prof Thyrhaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Rektor USU yang mendukung konferensi tahunan departemen linguistik ini.
“Dengan adanya kegiatan ilmiah ini dapat meningkatkan mobilitas dosen dan mahasiswa pascasarjana untuk berpartisipasi dan mempresentasikan penelitian terbaru di ajang internasional ini. Lebih jauh lagi, manfaat dari konferensi ini tidak hanya sekedar memperluas wawasan dan menambah pengetahuan para peserta, tapi juga menjalin kerjasama dan jaringan antar lembaga, peneliti, dan pemateri,” tutur Prof. Thyrhaya.
Pembicara pertama, Assoc Prof. Dongping Zheng, Ph.D. berbicara tentang proyeknya yang bertajuk "Designing A Panda Virtual Reserve for Cross-cultural awareness and bilingual development". Proyek ini merupakan kolaborasi dengan banyak orang. Tahap pengumpulan data dan analisis data melibatkan dua siswa Ph.D. Michaela Cazares-nuesser, dan Jin Dong. Tujuan dari proyek ini adalah untuk belajar bahasa melalui pembuatan makna: bahasa dan transbahasa, menumbuhkan kesadaran untuk melindungi lingkungan, menjadi bilingual dan peka secara bikultural melalui pemecahan masalah, dan mengembangkan pengambilan perspektif.
Pembicara kedua Saskia Van Viegen, Ph.D berbicara tentang proyeknya yang bertajuk "Researching Translanguaging Practce with Children and Youth through School-based Fieldwork". Saskia menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan teori bahasa multibahasa, apa saja praktik berbahasa siswa, bagaimana kita menerapkan pedagogi transbahasa, bagaimana kita dapat menumbuhkan ekologi penilaian multibahasa. Salah satu contoh pedagogi transbahasa yang didokumentasikannya adalah siswa menggunakan bahasa sebagai sumber berpikir matematis.
Pembicara ketiga Prof. Ayesha Junaid, Ph.D. berbicara tentang proyeknya yang berjudul "An Analytical Study of Doctor-nurse-patient Communication to Improve Healthcare Practices in Lahore, Pakistan". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fasilitator linguistik dan hambatan dalam praktik komunikatif profesional kesehatan dan pasien, dan untuk mengembangkan alat penilaian keterampilan komunikasi untuk menilai dan mengevaluasi keterampilan komunikasi profesional kesehatan di rumah sakit. Analisis data memiliki 4 tahap. Fase 1 adalah wawancara semi budaya, yaitu transkripsi dan pengkodean wawancara. Tahap 2 adalah perekaman video, identifikasi triangulasi hambatan tambahan. Tahap 3 adalah pengembangan checklist, validitas isi dengan teknik Delphi CVI, CVR, Kohen Kappa. Tahap 4 adalah Observasi, analisis faktor penjelas validitas konstruk dan reliabilitas dengan Cronbach Alpha.
Pembicara terakhir Prof. Robert Sibarani, M.S. berbicara tentang keunikan dan universalitas bahasa dari sudut pandang antropolinguistik. Poin-poin penting antropolinguistik mengenai keunikan bahasa dan universalitas bahasa berfokus pada hubungan antara bahasa dan budaya, mengkaji bagaimana bahasa membentuk kehidupan sosial, praktik budaya, dan kognisi manusia. Dan Menjelajahi aspek bahasa yang unik dan universal.