Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan bagi dosen, mahasiswa, dan pemerhati Bahasa tentang kajian Bahasa Inggris di dunia (World Englishes). Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyajikan hasil penelitian mereka di hadapan penonton yang interaktif.
HUMAS FIB USU - Sabtu, 28 Oktober 2023, Program Studi S1 Sastra Inggris dan S2 Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan International Conference on English Language, Literature, and Culture (ICELLIC) ke-empat via Zoom Meeting. Seminar tersebut turut mengundang narasumber antara lain Winda Setia Sari, Ph.D. dari Universitas Negeri Medan, Mhd. Rasid Ritonga, Ph.D. dari Institut Agama Islam Negeri Langsa, dan Dr. Halimah Mohamed Ali dari Universiti Sains Malaysia. Sementara itu, untuk dua pembicara lainnya dapat merujuk pada RAB S2 Bahasa Inggris. Dua orang narasumber tersebut adalah Miguel Escobar Varela, Ph.D. dari National University of Singapore dan Prof. Gerard Carruthers, FRSE. dari University of Glasgow.
Istilah World Englishes merujuk pada variasi bahasa Inggris yang timbul karena penggunaannya dalam berbagai konteks di seluruh dunia. Para akademisi Bahasa Inggris Dunia mengidentifikasi berbagai bentuk bahasa Inggris yang digunakan dalam situasi sosiolinguistik yang berbeda, menganalisis asal-usul, sejarah, fungsi, dan pengaruhnya.
Bahasa berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menggunakannya. Karena masyarakat memiliki kebutuhan sosial yang beragam, dan kebutuhan ini dapat berbeda antar budaya dan wilayah geografis, maka terdapat banyak variasi bahasa Inggris. Termasuk di dalamnya adalah Bahasa Inggris Amerika, Bahasa Inggris Britania, Bahasa Inggris Australia, Bahasa Inggris Kanada, Bahasa Inggris India, dan sebagainya.
Bahasa Inggris Dunia dapat dianggap sebagai pengakuan akan kemunculan variasi bahasa Inggris baru dari bentuk bahasa Inggris asli (tradisional) (Balasubramanian & Abu Radwan, 2016). Kemunculan variasi bahasa Inggris yang baru bisa dipahami sebagai respons terhadap keterbatasan bahasa Inggris tradisional dan juga sebagai penolakan terhadap konsep luas Bahasa Inggris Asli dan Non-Pribumi Inggris (Rajagopalan, 2012).
Meskipun tidak ada satu cara tunggal untuk munculnya variasi bahasa Inggris yang baru, secara umum proses ini dapat dijelaskan sebagai adaptasi. Sebuah kelompok penutur tertentu menggunakan ragam bahasa Inggris yang sudah ada, lalu mereka menyesuaikan karakteristik ragam tersebut agar sesuai dengan kebutuhan sosial di lingkungannya.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, diperlukan sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dosen dan mahasiswa, yaitu dengan menyelenggarakan seminar internasional yang melibatkan para ahli dalam bidang World Englishes. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan penelitian, analisis, serta memahami perkembangan Bahasa Inggris.
Setelah mengikuti kegiatan seminar internasional ini, peserta diharapkan mampu memperluas pemahaman mereka terhadap perkembangan Bahasa Inggris di tingkat global, melakukan penelitian dalam ranah Bahasa, sastra, dan budaya Inggris dengan memanfaatkan world Englishes theory, dan mengimplementasikan materi yang telah di sampaikan dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan bagi dosen, mahasiswa, dan pemerhati Bahasa tentang kajian Bahasa Inggris di dunia (World Englishes). Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyajikan hasil penelitian mereka di hadapan penonton yang interaktif. Selain itu kegiatan yang merupakan kolaborasi Prodi S1 Sastra Inggris dan S2 Bahasa Inggris ini akan meningkatkan kolegialisme dan suasana akademis kedua jurusan dalam disiplin ilmu yang serupa dalam lingkungan Fakultas Ilmu Budaya USU.