Prodi Etnomusikologi FIB USU Selenggarakan Kuliah Umum “Etnomusikologi Terapan dalam Konteks Konservasi dan Pengembangan Musik Daerah”

Medan, 24 Agustus 2026 Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (FIB USU) menyelenggarakan Kuliah Umum Etnomusikologi dengan tema “Etnomusikologi Terapan dalam Konteks Konservasi dan Pengembangan Musik Daerah”. Kegiatan ini menghadirkan Denis Setiaji, S.Sn., M.Sn., Koordinator Program Studi Etnomusikologi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen di lingkungan Program Studi Etnomusikologi FIB USU.

Kuliah umum ini menjadi salah satu ruang akademik bagi sivitas akademika untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan keilmuan etnomusikologi, khususnya dalam perspektif etnomusikologi terapan serta kontribusinya terhadap konservasi dan pengembangan musik daerah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Prodi Etnomusikologi FIB USU dalam memperkuat capaian pembelajaran mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dan praktisi dari institusi lain.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Program Studi Etnomusikologi FIB USU yang menyampaikan bahwa pelaksanaan kuliah umum ini sejalan dengan capaian pembelajaran program studi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis melalui proses perkuliahan, tetapi juga mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai penerapan keilmuan etnomusikologi dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat. Penguatan kompetensi dan wawasan mahasiswa melalui kegiatan akademik ini juga memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa agar mampu berkontribusi secara lebih luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Dekan FIB USU yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian, Dr. Zulfan, S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Universitas Sumatera Utara mengharapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan pelaksanaan kuliah umum yang mendorong mahasiswa untuk melihat bagaimana ilmu yang dipelajari dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Acara selanjutnya dipandu oleh Rahmatika Luthfiana Sholikhah, S.Sn., M.A., dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Etnomusikologi FIB USU, selaku moderator. Dalam sesi pemaparan, Denis Setiaji, S.Sn., M.Sn. membahas konsep etnomusikologi terapan dalam kaitannya dengan konservasi dan pengembangan musik daerah.

Dalam pemaparannya, Denis Setiaji menegaskan bahwa etnomusikologi terapan bukan merupakan oposisi dari etnomusikologi murni, melainkan menjadi bagian dari perkembangan keilmuan etnomusikologi. Hasil penelitian etnomusikologi, menurutnya, tidak semata-mata berhenti pada produksi pengetahuan akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi karya dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil riset dapat menjadi dasar dalam merancang berbagai bentuk kegiatan dan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penelitian etnomusikologi memiliki peluang untuk menghasilkan dampak yang lebih luas, terutama ketika pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian diterjemahkan ke dalam bentuk tindakan atau program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Denis juga memaparkan bahwa etnomusikologi memiliki peluang untuk berdampingan dan berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu. Etnomusikologi tidak hanya memiliki keterkaitan dengan seni dan budaya, tetapi juga dapat beririsan dengan bidang lain, mulai dari medis, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga advokasi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa etnomusikologi memiliki ruang kontribusi yang luas dalam merespons berbagai persoalan sosial dan budaya.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan relevansi etnomusikologi dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Upaya memahami, mendokumentasikan, menjaga, dan mengembangkan musik daerah dapat menjadi bagian dari penguatan keberlanjutan warisan budaya dan identitas masyarakat, yang memiliki keterkaitan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Sementara itu, peluang kolaborasi lintas disiplin dan institusi yang dibahas dalam kuliah umum turut mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pengembangan kerja sama dalam menghasilkan pengetahuan dan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat.

Pemaparan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai luasnya ruang kerja dan kontribusi etnomusikologi. Musik tidak hanya diposisikan sebagai objek kajian, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang dapat menjadi medium untuk mendukung berbagai upaya konservasi, pengembangan budaya, pemberdayaan, dan pemecahan persoalan sosial.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Sesi ini menjadi ruang dialog untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai posisi etnomusikologi terapan, tantangan konservasi musik daerah, serta peluang pengembangan keilmuan etnomusikologi dalam konteks masyarakat kontemporer.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Program Studi Etnomusikologi FIB USU terus berupaya memperkuat wawasan akademik mahasiswa sekaligus mendorong pemahaman bahwa etnomusikologi merupakan bidang keilmuan yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara nyata dalam konservasi, pengembangan, dan keberlanjutan musik serta kebudayaan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang berdampak, memperkuat kesadaran terhadap keberlanjutan warisan budaya, serta membuka ruang kolaborasi yang mendukung kontribusi ilmu pengetahuan bagi masyarakat.