HUMAS FIB USU - Pada tanggal 17–20 Oktober 2026 Dosen Program Studi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Immanuel Silaban, S.S., M.Si., mengikuti pertemuan yang diprakarsai oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) terkait pembahasan LGR Nusantara pada rangkaian pertemuan ICANN87 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali.


Pembahasan tersebut berfokus pada LGR Nusantara untuk bahasa dan aksara Batak, Bugis, dan Sunda. LGR merupakan seperangkat aturan yang digunakan untuk menentukan karakter atau rangkaian karakter yang dapat diterima dalam nama domain internasional, termasuk karakter dari sistem tulisan non-Latin. Pengembangan aturan ini berperan penting dalam mendukung penggunaan aksara yang beragam dalam sistem nama domain internet.


Keterlibatan Dr. Immanuel Silaban dalam forum ini mencerminkan kontribusi akademisi bidang bahasa dan budaya dalam mendukung pengembangan teknologi digital yang lebih inklusif. Perspektif keilmuan bahasa dan sastra diperlukan untuk memastikan bahwa karakteristik linguistik dan sistem tulisan Nusantara dapat dipertimbangkan dalam proses pengembangan aturan penamaan domain.


Pembahasan LGR Nusantara juga memiliki arti penting bagi upaya pelestarian bahasa dan aksara daerah di tengah perkembangan teknologi informasi. Integrasi karakter bahasa dan aksara Nusantara dalam ekosistem digital berpotensi memperluas ruang penggunaan bahasa daerah, meningkatkan visibilitas warisan linguistik Indonesia, serta mendukung akses masyarakat terhadap teknologi yang lebih inklusif.


Partisipasi dosen FIB USU dalam kegiatan ini sekaligus membuka peluang penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola domain internet, dan komunitas kebahasaan dalam pengembangan bahasa daerah di ruang digital. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempertemukan keahlian akademik di bidang linguistik dengan kebutuhan teknis pengembangan sistem internet.


Melalui keikutsertaan ini, FIB USU menegaskan peran pendidikan tinggi dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya Nusantara serta mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan warisan linguistik Indonesia.