Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
02 Mei 2024
Triko Altanzir, S.K.M
HUMAS FIB USU - Kamis, 2 Mei 2024, Program Studi Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Workshop "Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental saat Kuliah di Luar Negeri: Tips dan Sumber Dukungan". Workshop tersebut dilaksanakan di The Gade Creative Lounge Perpustakaan USU. Workshop tersebut dihadiri oleh narasumber Effendy Pangestu, Dosen Program Studi Bahasa Mandarin dan Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin Stambuk 2021, 2022 dan 2023.

Workshop tersebut mendiskusikan tentang berbagai tantangan kesehatan mental yang mungkin dihadapi oleh mahasiswa yang kuliah di luar negeri, seperti kecemasan, depresi, kesepian, dan stres budaya. Penyebab dan tanda-tanda kesehatan mental yang buruk yaitu mengidentifikasi penyebab umum dari masalah kesehatan mental, dan mengenali tanda-tanda bahwa seseorang memerlukan bantuan atau dukungan. Strategi dalam mengelola Kesehatan Mental diantaranya olahraga, meditasi, penanganan stres, dan penciptaan jaringan sosial yang kuat, serta pengenalan terhadap sumber daya kesehatan mental yang tersedia di luar negeri, termasuk layanan konseling dan dukungan mahasiswa.
Dalam workshop tersebut juga mahasiswa diajak untuk studi Kasus dan diskusi Kelompok dengan menganalisis studi kasus mengenai pengalaman mahasiswa yang menghadapi tantangan kesehatan mental saat kuliah di luar negeri, berbagi pengalaman dan strategi yang efektif.
Workshop ini memberikan wawasan yang berharga bagi peserta mengenai pentingnya kesehatan mental dalam perjalanan studi di luar negeri. Peserta diberi strategi praktis untuk mengelola stres dan tantangan sehari-hari, serta diberikan pengetahuan tentang sumber daya yang dapat mereka manfaatkan jika mengalami kesulitan. Diharapkan workshop ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi mahasiswa yang akan menjalani studi di luar negeri.