Program Studi S1 Sastra Melayu Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Pertemuan Muhibbah dan Diskusi dengan Pensyarah Fakulti Bahasa dan Komunikasi Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Pertemuan yang mengusung tema: Pengembangan Sastra Melayu Serumpun dan Kolaborasi Internasional tersebut berlangsung pada hari Kamis (30/07/2026).
Pertemuan dibuka dengan kata sambutan oleh Arie Azhari Nasution, S.S., M.A. selaku Ketua Program Studi S1 Sastra Melayu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Beliau berharap tentang bagaimana Program Studi S1 Sastra Melayu ke depannya untuk berkegiatan di ranah internasional. Hal tersebut dikarenakan jumlah mahasiswa baru pada Program Studi S1 Sastra Melayu menurun. Beliau ingin berkolaborasi dengan FBK UPSI Malaysia melalui kegiatan dalam bentuk tridarma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) sebagai bentuk rekognisi ke universitas.
Program Studi S1 Sastra Melayu ingin menambah jumlah mahasiswanya dalam hal ini mahasiswa dari luar negeri untuk berkuliah di Program Studi S1 Sastra Melayu karena program studi tersebut merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. Itu merupakan poin krusial dari keunggulan Program Studi S1 Sastra Melayu.
Salah satu solusi untuk menaikkan jumlah mahasiswa baru di Program Studi S1 Sastra Melayu adalah melalui publikasi atau video-video yang diunggah ke media sosial dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut dikarenakan Program Studi S1 Sastra Melayu kurang dikenal di kalangan masyarakat tingkat menengah ke atas.
"Kegiatan yang akan dibuat di masa depan salah satunya adalah Joint Research dengan kampus luar negeri, pertukaran dosen dan mahasiswa luar negeri, kolaborasi publikasi ilmiah, dan penguatan jejaring akademik di tingkat internasional. Kain tenun indah tertera, warisan luhur nenek moyang, mari bersatu memajukan sastra, agar melayu senantiasa gemilang" tutur Arie.
Pertemuan dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Dra. Mardiah Mawar Kembaren, M.A., Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa di pagi hari tadi telah terjalin MoA yang ditandatangani langsung oleh pihak Rektor dan pihak UPSI di biro rektor USU. Disana juga ada membahas tentang IMT-GT. Beliau menyampaikan berdasarkan pertemuan tersebut, akan ada banyak kegiatan yang berkaitan dengan dunia melayu, seperti yang lalu kegiatan seminar mahasiswa, mobility, dan lain sebagainya. "Program Studi S1 Sastra Melayu kecil dalam jumlah, tetapi besar dalam dampak" tutur Drs. Mardiah.
Prof. Dr. Abdul Halim Bin Ali, Ph.D. sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa mereka memiliki reporter. Setiap ada kegiatan yang dilaksanakan, pada hari itu juga langsung diunggah ke media sosial. "Media sosial harus dikuatkan, visualize semua kegiatan yang dilakukan sehingga informasi tersampaikan kepada khalayak ramai, terutama juga memperkenalkan Sastra Melayu kepada siswa-siswi yang masih bersekolah" tutur Prof. Halim.
Prof. Halim menjelaskan tentang berbagai program yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif yaitu Pertukaran pelajar, Program Mobiliti Pelajar, Program Pemindahan Kredit, Program Musim Panas atau Musim Sejuk, Program Lawatan Akademik, Penganjuran Seminar/Persidangan. Begitu juga dengan Pertukaran Dosen Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Pelatihan Berbasis Keahlian: Dosen Tamu Profesor Tamu, Magang, Cuti Panjang, Mobilitas Akademik/Non-Akademik. Salah satu contoh kolaborasi yang pernah dilakukan adalah Kuliah Kerja Lapangan Luar Negeri Mahasiswa Jurusan ICP pada FITK UIN Walisongo Semarang dengan UPSI.
Prof. Halim juga menyarakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, memperkuat kolaborasi penelitian internasional, menghasilkan publikasi bersama, memperkuat jaringan akademik global, membuka peluang hibah penelitian, mendukung transfer pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik, memperkaya pengalaman dosen melalui paparan perspektif dan keahlian baru, pengakuan untuk peringkat Fakultas/Universitas serta meningkatkan visibilitas fakultas & universitas di tingkat internasional.
Program Studi S1 Sastra Melayu pernah melaksanakan salah satu program World Class University yaitu Seminar Mahasiswa Serantau dalam Kesusteraan Melayu yang mengundang Prof. Halim sebagai pembicara inti serta dosen pendamping dari Universiti Brunei Darussalam Dr. Yabit Alas. Prof. Halim menjelaskan tentang Seminar Internasional Penyelidikan Pendidikan, Budaya dan Mobiliti Serantau (ISERCREM 2.0) yang dilaksanakan bersama Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dan Persatuan Penulis BUDIMAN Malaysia. Beliau menyarankan untuk 3.0 dapat dilaksanakan bersama dengan USU.
Prof. Madya Dr. Norazimah Zakaria sebagai pemateri kedua memperkenalkan Fakulti Bahasa dan Komunikasi Universiti Pendidikan Sultan Idris secara umum, struktur program, kursus dan jam kredit yang terdapat pada fakultas tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menyetarakan kursus dan kredit yang terdapat pada Fakultas Ilmu Budaya USU yang dalam hal ini Program Studi S1 Sastra Melayu dalam rangka kolaborasi ke depannya antar fakultas / universitas.