Bahasa mandarin - Pada Senin, 14 September 2026 Mahasiswa Baru Program Studi Bahasa Mandarin Angkatan 2026 melaksanakan kegiatan Study Trip ke Tjong A Fie Mansion, Medan. Kegiatan ini didampingi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin (HUASHAN) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah, budaya, dan keberagaman masyarakat Kota Medan.
Kegiatan Study Trip menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dalam perkuliahan dengan realitas sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan sekitar. Melalui kunjungan ke Tjong A Fie Mansion, mahasiswa diajak mengenal salah satu warisan sejarah Kota Medan yang memiliki nilai penting dalam perkembangan masyarakat multikultural. Bangunan bersejarah tersebut menjadi ruang pembelajaran mengenai perjalanan sejarah, interaksi antaretnis, serta keberagaman budaya yang berkembang di Kota Medan.
Bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin, pengalaman ini memiliki relevansi khusus karena pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pemahaman terhadap budaya dan konteks sosial penuturnya. Pengenalan terhadap sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia menjadi bagian penting dalam membangun wawasan lintas budaya mahasiswa, sehingga kemampuan berbahasa Mandarin dapat berkembang sejalan dengan pemahaman terhadap nilai, tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan budaya Tionghoa.
Pendampingan oleh HUASHAN turut menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif. Mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga berkesempatan membangun komunikasi, kebersamaan, dan jejaring antarmahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Interaksi tersebut mendukung proses adaptasi mahasiswa baru terhadap kehidupan akademik dan organisasi di lingkungan Program Studi Bahasa Mandarin.
Kegiatan ini juga selaras secara langsung dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran kontekstual dan pengalaman belajar di luar kelas yang memperkaya pengetahuan serta keterampilan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengenalan dan peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas serta keberlanjutan kehidupan masyarakat perkotaan.
Nilai keberagaman dan interaksi lintas budaya yang menjadi bagian dari kegiatan juga sejalan dengan SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya dalam membangun sikap inklusif, saling menghargai, dan terbuka terhadap keberagaman latar belakang budaya. Dengan demikian, Study Trip tidak hanya menjadi kegiatan rekreatif bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang menanamkan kesadaran akan pentingnya keberagaman, toleransi, pelestarian budaya, dan tanggung jawab terhadap warisan sejarah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru Program Studi Bahasa Mandarin Angkatan 2026 diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, semakin mengenal kekayaan sejarah dan budaya Kota Medan, serta mampu mengembangkan perspektif lintas budaya yang mendukung proses pendidikan mereka di Program Studi Bahasa Mandarin. Dengan dukungan HUASHAN, kegiatan Study Trip menjadi salah satu langkah awal dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan kebahasaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya, sejarah, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.