Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
12 Juli 2024
Anita Kartika Pasaribu
HUMAS FIB USU - Jumat, 12 Juli 2024, Program Studi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Seminar “Artificial Intelligence (AI) sebagai Teknologi Pengelolaan Pengetahuan Untuk Perpustakaan Masa Depan: Tantangan atau Ancaman Bagi Pustakawan?” dengan Narasumber Pauzi Ibrahim Nainggolan S.Komp., M.Sc, Himma Dewiyana, S.T., M.Hum, dan dimoderator oleh Afryna Veronica, S.Sos., M.Hum.
kegitan ini juga dihadiri oleh Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A., Wakil Dekan 3 FIB USU Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D. Wakil Dekan 3 Fakultas Vokasi USU Drs. Gustanto M.Hum. Kaprodi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Drs Dirmansyah, M.A, Sekprodi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Muhammad Rasyid Ridlo, S.Hum., M.I.Kom dan Kaprodi D3 Perpustakaan Hotlan Siahaan, S.Sos., M.I.Kom, Sekprodi D3 Perpustakaan Nur'aini, S.Sos., M.IP Dosen dan Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pihak MPR Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR Dra. Anies Mayangsari Muninggar, MM, Yusniar, S.H Pustakawan Madya, Titin Hartini, S.Sos Pustaķawan Muda, Satrya Yudha Hartanto Pustakawan Muda, Siti Junaenah, S.I.Pust, Devira Firda Aulia, S.I. Pust dkk. di Gedung Serbaguna Prof. H. T. Amin Ridwan FIB USU.

Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A., dalam sambutan mengatakan saat ini USU sebagai salah satu PTNBH Indonesia turut menerapkan kebijakan mentri Pendidikan kebudayaan untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berbasis lebih pada luaran melalui indikator kinerja utama untuk perguruan tinggi. Indikator kinerja utama merupakan ukuran kinerja baru untuk mengimplementasi Merdeka belajar kampus Merdeka. Melalui kerja sama ini merupakan salah satu komponen indikator kinerja utama untuk menjamin Kerjasama Lembaga perpustakaan MPR RI dan kiranya dapat terlaksana Tridharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada Masyarakat.
Dekan juga menyampaikan kita mengetahui bahwa AI merupakan bidang ilmu pengetahuan yang memungkinkan komputer untuk meniru pikiran manusia. Kemajuan jaman membuat manusia tidak bisa lepas dari AI. Dengan adanya Teknologi AI justru membantu kita.
Kendati demikian, manusia harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Untuk itu teknologi ini harus bisa dimanfaatkan dalam berbagai keperluan seperti menganalisa data penelitian, penyusunan laporan, dan membantu dalam pengelolaan perpustakaan. “Oleh karena itu belajar dan memahami AI suatu keharusan bagi pustakawan dan mahasiswa”, tutur dekan FIB
Wakil Dekan 3 Fakultas Vokasi USU Drs. Gustanto M.Hum. dalam sambutan mengatakan ada kemungkinan mahasiswa kami diberi Research atau PKL ke Gedung MPR. Perpustakaan tidak perlu ruangan besar yang paling penting bagaimana teknologi atau digitalnya. Dalam kegiatan seminar ini sangat banyak ilmu yang akan didapat untuk mengeksplor supaya perpustakaan menjadi perpustakaan yang khas dibidang masing-masing. Dalam seminar Perpustakaan yang membahas "Artificil Intelligence (Al) sangat bermanfaat pada generasi generasi muda.
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR, Anies Mayangsari Muninggar, S.Ip., M.E dalam sambutannya menekankan perpustakaan adalah jembatan untuk menguasai ilmu pengetahuan. di sisi lain, perpustakaan juga sebagai sarana dalam meningkatkan akses informasi.
oleh karena itu, sebagai pihaknya kami mengadakan seminar di FIB USU bertujuan untuk menyaring masukan mengenai tantangan serta solusi yang harus dilakukan perpustakaan agar bisa mengikuti perkembangan teknologi yang kian pesat. Khususnya terkait hadirnya AI.
"Bagi Kami seminar ini sangat penting. Untuk menyongsong masa yang akan datang, sumber daya pustakawan perlu ditingkatkan," ujarnya
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR menerangkan terdapat 3 lembaga negara yang berlokasi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, yakni MPR, DPR, dan DPD. Masing-masing lembaga tersebut mempunyai perpustakaan.
kami berharap lewat kegiatan ini bisa sekaligus mendorong masyarakat mencari informasi dan data seputar sistem ketatanegaraan dan konstitusi di Perpustakaan MPR. di sisi lain juga mendorong minat baca anak-anak muda, termasuk para mahasiswa.
"Ketika Perpustakaan MPR menjadi sumber informasi dan data maka bila mahasiswa dari berbagai tingkatan hendak melakukan penelitian dan kajian, dapat menjadikan Perpustakaan MPR menjadi salah satu sumber data dan informasi untuk mengkaji sistem ketatanegaraan dan konstitusi," tuturnya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama dalam rangka memperluas jaringan akademisi dan kolaborasi penelitian serta pengembangan sumber daya yang profesional.
"Kerja sama untuk meningkatkan peran perpustakaan guna membuka akses yang lebih luas bagi civitas akademika dan masyarakat. Kerja sama ini kita dorong berkelanjutan," katanya.