Dekan berharap follow up dari seminar ini, USU memiliki Pusat Arsip dan Lab Sejarah yang berguna untuk pengembangan Ilmu Sejarah di masa depan.

facebookinstagram

HUMAS FIB USU - Rabu, 19 Juni 2024, Program Studi Magister (S2) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Seminar Nasional “Pusat Arsip dan Lab Sejarah USU". Seminar tersebut turut mengundang narasumber antara lain Deputi Bidang Konservasi Arsip Dr. Kandar, M.A.P., Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Dosen Internal USU Prof. Pujiati M.Soc.Sc. Ph,D., Sejarawan Universitas Negeri Medan (UNIMED) Prof. Dr. Ichwan Azhari, M.S., dan Dosen Universitas Hasanuddin (UNHAS) Dr. Ilham, S.S., M.Hum. Seminar ini dipandu oleh Moderator Dr. Nursukma Suri, M.A., yang memimpin jalannya diskusi setelah penyampaian materi oleh pembicara. Acara ini diikuti oleh sekitar 70 orang peserta dari berbagai universitas dan instansi yang terkait.


Dekan FIB USU membuka acara resmi Seminar Nasional ini dengan mengucapkan selamat dan sukses. Dekan dalam sambutannya menyambut baik kegiatan pendirian Pusat Arsip dan Lab Sejarah USU ini. Dekan berharap follow up dari seminar ini, USU memiliki Pusat Arsip dan Lab Sejarah yang berguna untuk pengembangan Ilmu Sejarah di masa depan.

Pusat arsip berfungsi sebagai pengelola kearsipan sejarah, mendokumentasi artefak-artefak, gambar-gambar, replika, mesjid-mesjid bersejarah, makam-makam bersejarah, para pahlawan sumatera utara, kesultanan yang ada di Sumut, silsilah kesultanan dan etnis Melayu, etnis Karo, etnis Mandailing dan sebagainya, serta berbagai sumber arsip dari Belanda dan keislaman dalam mendukung riset, publikasi dan edukasi bagi publik berkaitan sejarah baik secara faktual dan digital di sumatera utara.

Begitu juga lab sejarah sangat penting diwujudkan sarana prasarananya dakam mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi khususnya sebagai media pembelajaran yang berkualitas dan profesional bagi para peneliti, dosen dan mahasiswa dengan metodologis ilmiah yg sistematis dan terukur bagi kalangan akademisi di tingkat lokal , nasional dan global, menuju internasionalisasi USU melalui ilmu sejarah.

Sejarah memiliki arti penting sebagai acuan dasar dalam menghadapi kehidupan masa kini dan memprediksi kehidupan di masa mendatang. Arti penting sejarah itu ditunjukkan oleh fungsinya, terutama fungsi informatif, edukatif, inspiratif, dan pragmatis. A.Sobana Hardjasaputra menuliskan bahwa di dalam fungsi-fungsi sejarah itulah letak pentingnya sejarah bagi pembangunan bangsa, karena pembangunan bangsa berarti membangun sikap, karakter, dan spirit dalam menghadapi kehidupan, baik bagi kehidupan pribadi maupun bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pembangunan bangsa mencakup berbagai “pilar” (aspek) yang menyangkut berbagai fenomena. Dalam hal ini, pemahaman sejarah akan menjadi landasan pemikiran/kebijakan, karena munculnya suatu fenomena atau peristiwa tidak secara tiba-tiba, tetapi pasti ada latar belakangnya. Untuk mengetahui latar belakang suatu fenomena atau peristiwa itu, berarti harus mempelajari sejarahnya. Oleh karena itu, pelajaran sejarah seharusnya menjadi pelajaran wajib umum di setiap jenjang pendidikan, yaitu mulai SD sampai perguruan tinggi. Sementara itu, pengajaran sejarah secara informal pun perlu dilakukan melalui kegiatan- kegiatan tertentu yang melibatkan generasi muda, karena generasi muda adalah harapan bangsa dan penerus bangsa.