Program Studi S1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) menyelenggarakan Lomba Presentasi Bahasa Jepang Wilayah Sumatera Utara dan Aceh ke-1 Tahun 2022 pada Senin, 28 November 2022. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung T. Amin Ridwan FIB USU tersebut mengangkat tema “Pendidikan Indonesia di Masa Depan” dan menjadi format baru dari kegiatan lomba bahasa Jepang yang sebelumnya diselenggarakan dalam bentuk Lomba Pidato Bahasa Jepang bagi pembelajar bahasa Jepang di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Melalui konsep Lomba Presentasi Bahasa Jepang, peserta tidak hanya berkompetisi dalam kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai pendidikan Indonesia di masa depan. Kegiatan ini diikuti oleh pembelajar bahasa Jepang dari tingkat universitas, lembaga kursus, dan kalangan umum di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Sebanyak tujuh peserta mengikuti Lomba Presentasi Bahasa Jepang ke-1. Para peserta berasal dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Harapan, dan Japan Edukasi Akademi. Dalam pelaksanaannya, peserta menyampaikan presentasi dalam bahasa Jepang sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
Kegiatan tersebut dinilai oleh tiga juri yang memiliki keterkaitan dengan institusi dan komunitas Jepang, yaitu Ms. ONO Eriko dari Medan Japan Club, Mr. ASANO Shunya dari Konsulat Jenderal Jepang di Medan, dan Mr. TAKUMA Yasugahira dari Nihongo Partners. Penentuan pemenang mengacu pada nilai tertinggi sesuai dengan pedoman Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Nasional ke-1 Tahun 2022 untuk Mahasiswa dan Umum yang diterima oleh panitia dari The Japan Foundation Jakarta.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Famigus Ari Frinaldi dari Universitas Sumatera Utara berhasil meraih juara pertama dengan nilai 131 melalui presentasi berjudul “学外での学習経験の重要性”. Juara kedua diraih Mitchelllyn dari Universitas Harapan dengan nilai 129, sedangkan Felicia Zanlim dari Universitas Sumatera Utara meraih juara ketiga dengan nilai 124.
Peringkat berikutnya ditempati Audiah Amelia dari Universitas Sumatera Utara dengan nilai 117, Ayumi Warneliza dari Universitas Harapan dengan nilai 110, dan Tiara Dinda Srikandi dari Japan Edukasi Akademi dengan nilai 94. Sementara itu, Khairunnisa Nur Hasanah dari Universitas Harapan tercatat sebagai peserta yang tidak hadir dalam perlombaan.
Sebagai juara pertama, Famigus Ari Frinaldi direkomendasikan untuk mengikuti Lomba Presentasi Bahasa Jepang ke-1 Tahun 2022 Tingkat Nasional sebagai wakil wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi pemenang untuk melanjutkan kompetisi pada tingkat nasional sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang dan keterampilan menyampaikan gagasan di hadapan publik.
Lomba Presentasi Bahasa Jepang Wilayah Sumatera Utara dan Aceh ke-1 Tahun 2022 diselenggarakan melalui kerja sama The Japan Foundation Jakarta, Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Program Studi Sastra Jepang, dan Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Kolaborasi tersebut turut mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi bahasa Jepang bagi para peserta di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari masyarakat dengan jumlah pengunjung sekitar 100 orang. Kehadiran peserta, dewan juri, panitia, dan pengunjung turut menciptakan suasana kompetisi yang mendukung pelaksanaan lomba. Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan keterlibatan Konsul Jenderal Jepang di Medan, dewan juri, panitia, dan para peserta dalam rangkaian kegiatan.
Penyelenggaraan Lomba Presentasi Bahasa Jepang Wilayah Sumatera Utara dan Aceh ke-1 Tahun 2022 menjadi salah satu bentuk pengembangan kegiatan pembelajaran bahasa Jepang di tingkat wilayah. Penggunaan format presentasi memberikan ruang bagi pembelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang sekaligus menyampaikan pemikiran mengenai isu yang berkaitan dengan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi S1 Sastra Jepang FIB USU turut memberikan ruang bagi pembelajar bahasa Jepang untuk mengasah kemampuan komunikasi, meningkatkan motivasi belajar, serta memperoleh pengalaman berkompetisi dalam bidang ke-Jepangan. Dukungan berbagai institusi dan mitra Jepang juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan kegiatan pengembangan bahasa dan budaya Jepang di Sumatera Utara dan Aceh.