"Terus terang, saya memang jatuh cinta dengan kajian sejarah perkebunan di Sumatera Timur. Sayangnya belum banyak kajian akademis tentang gender, terutama peran perempuan, di industri perkebunan dan di sektor lainnya. Padahal ini kajian yang masih sangat menantang. Sebab kita ingin memastikan agar anak cucu kita dapat membedakan, mana itu daun tembakau dan mana itu daun ganja," ujar Wakil Rektor I USU.
HUMAS FIB USU - Pada hari Selasa 30 Juli 2024, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) Mengadakan kegiatan Peluncuran Buku “Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli”. Dalam kegiatan ini turut hadir Penulis Buku “Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli” dosen S1 dan S2 Ilmu Sejarah FIB USU, Mantan Dirut PTPN-II Batara Muda Nasution, Ketua MSI-Sumatera Utara Dr. Suprayitno, M.Hum, Wakil Rektor I Universitas Sumatera Utara Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A, Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A, Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah FIB USU Dra. Lila Pelita Hati, M.Si, Ketua Panitia Drs. Edi Sumarno, M.Hum, Kaprodi dan Sekprodi, Dosen-Dosen dan Mahasiswa di Lingkungan FIB USU. Kegiatan Peluncuran Buku “Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli” sebagai moderator M. Azis Rizky Lubis, M.A dan Narasumber I Dra. Sri Hartini, M.Si (Direktur Eksekutif Museum Perkebunan Indonesia) dan Narasumber II Nasrul Hamdani, S.S., M.A. (Balai Pelestarian Kebudayaan II) yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna T. Amin Ridwan FIB USU.

Mantan Dirut PTPN II Batara Muda Nasution menyampaikan kata sambutan Selain ditulis dengan bahasa yang sederhana, buku ini mampu menggambarkan dengan begitu jelas peran penting wanita dalam industri perkebunan tembakau deli.
"Dengan pengalaman selama 35 tahun di bidang sumber daya manusia, saya dapat memahami kehadiran wanita dalam proses produksi tembakau deli menjadi suatu hal yang sangat unik. Apalagi jika kita bicara gender, maka saya melihat kalau mereka ini terlokalisasi secara sosial-kultural dan juga secara teknis," terang Batara.
Meskipun demikian, Mantan Dirut PTPN II tetap meminta para akademisi sejarah, terutama yang terbagung dalam tim penulis buku Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli untuk mengkaji hal-hal lain yang masih belum. banyak dikaji peneliti, semisal mengapa mayoritas pekerja di industri perkebunan tembakau deli adalah orang-orang Jawa, mengapa para pekerja wanita termotivasi untuk bekerja di sektor ini meskipun upah yang diterima jauh dari layak, dan bagaimana proses transformasi skill dari satu pekerja ke pekerja wanita lainnya dapat terus bertahan secara turun-temurun.
"Secara khusus, saya sangat berterimakasih kepada para akademisi USU yang telah bersusah payah melakukan penelitian dan menerbitkan buku ini. Sebab kalau sampai tidak ada mereka, jangan kita nanti saling menyalahkan kalau generasi muda kita tidak tahu bahwa perkebunan tembakau deli ini adalah warisan sejarah yang penting di Sumatera Utara," tegas Batara.
Ketua MSI Cabang Sumatera Utara Dr. Suprayitno, M.Hum. menyampaikan kata sambutan penelitian hingga penerbitan buku berjudul Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli, tergolong kerja yang luar biasa. Selain proses pengumpulan sumber dan data yang rumit, kegiatan penelitian juga sempat terkendala pandemi Covid-19, hingga memakan waktu hampir lima tahun. Bahkan salah seorang tim penulis terlebih dahulu wafat sebelum buku ini diterbitkan.
Ketua MSI Cabang Sumatera Utara sangat bersyukur, pada akhirnya tim penulis, yang terdiri dari dirinya, Drs. Edi Sumarno, M.Hum., Dra. Ratna, M.S., Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si., Handoko, S.S. M.A., Kili Maulana Affandi, S.S. M.A., Muhammad Azis Rizky Lubis, S.S. M.A., Chaerul Masri, dan Almh. Dra. Sri Pangestu Dewi Murni, M.Si., mampu menyelesaikan buku yang menggambarkan peran tenaga kerja perempuan dalam industri perkebunan tembakau di Sumatera Timur, serta berharap kehadiran buku ini dapat merawat memori kolektif tentang budidaya tembakau deli dan menjaga agar identitas sejarah Sumatera Utara tidak mudah hilang.
"Pasa dasarnya, kita para sejarawan punya tanggungjawab untuk menulis buku seperti ini. Meskipun sudah banyak tulisan dan kajian tentang sejarah perkebunan, namun kita harus sadar kajian tentang wanita masih sangat jarang diteliti. Padahal ini salah satu yang paling menarik," jelas Suprayitno.
Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah FIB USU, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si. menyampaikan kata sambutan mengaku senang dan bangga, karena sebagian besar tim penulis buku berjudul Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli merupakan Alumni Strata-1 Ilmu Sejarah FIB USU.
"Semoga dengan peluncuran buku ini semakin menambah pengetahuan dan wawasan kita. Tidak hanya tentang sejarah industri perkebunan tembakau deli, tetapi juga menyangkut peran dan keterampilan para pekerja wanita," ujar Lila.
Sebelumnya, Ketua Panitia Peluncuran Buku, sekaligus Anggota Tim Penulis Buku Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli, Drs. Edi Sumarno, M.Hum., menjelaskan, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama MSI Cabang Sumatera Utara dengan Porgram Studi Strata-1 Ilmu Sejarah FIB USU.
pembahasan mengenai peran wanita dalam industei perkebunan tembakau deli merupakan kajian yang sangat menarik. Sebab sebagai komoditas perkebunan paling fenomenal pada masa kolonial, kehadiran tembakau deli turut menandai pesatnya pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, pengolahan lahan, serta peningkatan aktivitas dan mobilitas sosial di Sumatera Utara, khususnya di Sumatera Timur, mulai pertengahan abad ke-19.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian dan penerbitan buku ini. Mudah-mudahan buku ini dapat semakin menambah pengetahuan kita tentang sejarah industri perkebunan di Sumatera Utara, serta mampu mendorong dan memotivasi peneliti sejarah membahas kajian lainnya.
Wakil Rektor I USU Dr. Edy Ikhsan, M.A. menyampaikan kata sambutan dan membuka acara kegiatan Peluncuran Buku “Wanita Dalam Proses Budidaya Tembakau Deli” merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat, terutama sebagai sarana peningkatan pengetahuan intelektual terhadap masyarakat Sumatera Utara, terutama bagi kalangan akademisi.
Wakil Rektor I USU mengakui, kajian tentang peran perempuan dalam industri perkebunan tembakau deli adalah penelitian yang sangat menarik. Sebab perempuan ternyata memiliki peran yang sangat penting dan vital dalam industri perkebunan. Apalagi kajian ini memiliki kemiripan dengan kajian tesis Strata-2nya yang disusun pada 1990 silam berkaitan dengan buruh perkebunan teh di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
"Terus terang, saya memang jatuh cinta dengan kajian sejarah perkebunan di Sumatera Timur. Sayangnya belum banyak kajian akademis tentang gender, terutama peran perempuan, di industri perkebunan dan di sektor lainnya. Padahal ini kajian yang masih sangat menantang. Sebab kita ingin memastikan agar anak cucu kita dapat membedakan, mana itu daun tembakau dan mana itu daun ganja," ujar Wakil Rektor I USU.