Pemuda khususnya mahasiswa harus mengambil peran dalam upaya Pelestarian Budaya dan Cagar Budaya yang ada di Sumatera Utara. Hal ini merupakan sebagai bentuk Pengabdian Kita Kepada Masyarakat, serta sebagai bentuk upaya kita dalam memperkuat jati diri kita sebagai suatu bangsa yang besar. ujar Dekan FIB

facebookinstagram

HUMAS FIB USU - Pada hari Kamis 01 Agustus 2024, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) Mengadakan kegiatan Podcast Bersama Radio Kardopa FM di Ruang Rapat FIB USU. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dengan mengundang pakar dan ahli, serta pemangku kepentingan mengenai tema tersebut yaitu Dr. Suprayitno, M.Hum (Universitas Sumatera Utara), dan Abdul Rahim Siregar, S.T., M.T (Anggota DPRD Sumatera Utara) dan Moderator M. Azis Rizky Lubis, S.S., M.A., Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat, khususnya pemuda untuk merawat cagar budaya sebagai salah satu cara dalam memperkuat jati diri bangsa.


Acara ini diikuti oleh 25 orang peserta dari mahasiswa Prodi S1 Ilmu Sejarah, Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Sejarah, dan 4 orang Dosen S1 Ilmu Sejarah. Selain peserta yang hadir secara langsung di ruang rapat FIB USU, ada juga peserta yang mendengarkan melalui Radio Kardopa 99,4 FM, dan menonton secara langsung melalui laman facebook milik Radio Kardopa.


Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A menyampaikan kata sambutan, Pemuda khususnya mahasiswa harus mengambil peran dalam upaya pelestarian budaya dan cagar budaya yang ada di Sumatera Utara. Hal ini merupakan sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, serta sebagai bentuk upaya kita dalam memperkuat jati diri kita sebagai suatu bangsa yang besar. Melalui kegiatan ini, selain untuk memperluas jaringan kerja sama kita dengan instansi dan lembaga lain, mahasiswa juga diharapkan untuk dapat kritis dan secara sadar untuk terlibat dalam upaya pemajuan kebudayaan sebagai dasar dalam arah pembangunan nasional.


Perkembangan globalisasi yang semakin cepat membuat akses informasi dapat dilakukan dengan cara yang mudah. Kemudahan dalam mengakses informasi tersebut dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi perkembangan masyarakat dalam kehidupan sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, mengingat seluruh informasi dapat diakses, termasuk informasi yang berkaitan dengan kebudayaan dari bangsa lain. Sebagai bangsa yang tidak mengurung diri dari akses dunia luar, fenomena ini merupakan hal yang biasa. Namun apabila tidak dibentengi dengan jiwa Pancasila yang kuat sebagai penyaring kebudayaan asing, segala bentuk budaya dan nilai-nilai budaya milik bangsa sendiri secara perlahan akan menghilang.


Cagar Budaya merupakan salah satu variabel yang dapat memperkuat jati diri bangsa. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, Bangsa Indonesia tentu memiliki peninggalan-peninggalan penting yang menjadi bagian dari budaya peradabannya. Dalam periodesasi sejarah, peninggalan-peninggalan tersebut merupakan saksi bisu dari dari kemajuan peradaban yang pernah terjadi di Indonesia. Salah satu wilayah yang memiliki peninggalan-peninggalan bersejarah itu adalah Provinsi Sumatera Utara.


Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat oleh pihak Radio Kardopa, yang diwakilkan oleh Bapak Pieter Manopo kepada Dekan Fakultas Ilmu Budaya. Dekan Fakultas Ilmu Budaya juga menyerahkan cinderamata kepada Bapak Pieter Manopo selaku perwakilan dari Radio Kardopa dan juga kepada salah satu narasumber yakni Bapak Abdul Rahim Siregar, S.T., M.T., yang merupakan Anggota Komisi D Bidang Pembangunan, DPRD Provinsi Sumatera Utara.