Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
19 September 2024
Anita Kartika Pasaribu
HUMAS FIB USU - Pada hari Kamis, 19 September 2024 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Penandatanganan Implementation of Agreement (IA) atas kegiatan Public Lecture "Secularism In Turkey" dengan narasumber Prof. Dr. Erhan Dogan (Political Science and International Relations Department, Mamara University, Istanbul Turkey) Moderator Dr. Zulfan, S.S., M.Hum yang diselenggarakan di Ruang Rapat FIB USU oleh Prodi Sastra Arab Yang dihadiri oleh Dekan FIB Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A, Wakil Dekan 3 Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D Kaprodi dan Sekprodi Sastra Arab, Dosen, Kasubbag dan Mahasiswa/i FIB USU.

Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A. menyampaikan kata sambutan pada kegiatan Kuliah Umum Public Lecture, dekan FIB sangat senang. Dalam hal ini dekan menyampaikan FIB memiliki 15 Program Studi yang terdiri dari 10 program studi S1 salah satunya adalah Perpustakaan dan Sains Informasi dan 4 Program Studi S2 dan 1 Program Studi S3 Linguistik.
FIB USU juga memiliki mahasiswa aktif dengan jumlah 4979, besar harapan dekan perjanjian kerja sama ini dapat di implementasikan dalam kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi dan terkait dalam pembelajaran, penelitian.
Dekan juga menyampaikan, pada saat ini FIB lagi mempersiapakan 5 Prgram Studi yang akan di Akreditasi Internasional oleh Lembaga FIBAA Jerman. Yang terdiri Sastra Inggris, Sastra Melayu, Sastra Arab, Sastra Indonesia dan Bahasa Mandarin.
Dekan juga berharap, Melalui Kuliah Umum ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FIB tidak hanya mengembangkan imajinasi yang bisa digunakan untuk memperdalam pemikiran mereka dengan membawa lebih banyak kesadaran akan nilai-nilai dan pandangan dunia dan juga nilai-nilai di seluruh dunia dan sepanjang sejarah.
.jpg)
Dalam penyampaian Materi oleh Narasumber, Mahasiswa Sastra Arab sangat antusias pada paparan materi. Dalam pemaparan narasumber menjelaskan kehidupan budaya yang ada di Turky, seperti Pendekatan progresif yang tersentralisasi yang dipandang perlu tidak hanya untuk menjalankan pemerintahan Turki tetapi juga untuk menghindari kehidupan budaya yang didominasi oleh takhayul, dogma, dan ketidaktahuan. Ada juga yang membahas, di Turki juga sekularisme atau laisisme pertama kali diperkenalkan melalui amandemen Konstitusi 1924 tahun 1928 yang menghapus ketentuan yang menyatakan bahwa "Agama Negara adalah Islam" dan melalui reformasi selanjutnya yang dilakukan oleh presiden pertama Turki Mustafa Kemal Atatürk yang menetapkan persyaratan administratif dan politik untuk menciptakan negara sekuler yang modern, demokratis, dan sejalan dengan Kemalisme.
