HUMAS FIB USU - Pada hari Rabu 07 Oktober 2026 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenkebud RI) menegaskan komitmennya dalam mendukung produksi film bertemakan kepahlawanan sebagai media edukasi sejarah dan penanaman nilai patriotisme bagi generasi muda. Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenkebud RI, Irini Dewi Wanti, S.S., M.S.P., dalam kegiatan dialog interaktif dan nonton bareng film “Djamin Setia Selamanya” yang berlangsung di Cinepolis Sun Plaza, Medan.


Dalam kesempatan tersebut, Irini Dewi Wanti menjelaskan bahwa film kepahlawanan memiliki potensi besar untuk menyampaikan pengetahuan sejarah sekaligus menginspirasi generasi Z dan generasi Alpha agar memahami arti perjuangan, pengorbanan, kepemimpinan, dan kesetiaan kepada negara.


“Makna perjuangan, makna pengorbanan, dan bagaimana kesetiaan kepada negara bahwa kemerdekaan ini bukan hadiah,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa Kemenkebud RI, sesuai arahan Menteri Kebudayaan, tengah mendukung produksi film-film yang mengangkat tokoh dan pahlawan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Program tersebut mencakup tujuh film panjang dan 13 film pendek bertemakan kepahlawanan. Salah satu tokoh yang tengah diangkat ke layar lebar adalah Jenderal Hoegeng. Produksi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kisah perjuangan para tokoh bangsa.


Lebih lanjut, Irini menyampaikan bahwa dukungan terhadap film kepahlawanan juga mencakup tahap pascaproduksi agar karya-karya tersebut dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui media film, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal nama tokoh sejarah, tetapi juga mampu memahami dan menceritakan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.


Dekan FIB USU, M. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa film “Djamin Setia Selamanya” mengingatkan masyarakat akan pentingnya nilai keberanian, kepemimpinan, dan patriotisme. Menurutnya, sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga perlu dipahami agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pembelajaran bagi kehidupan masa kini dan masa depan.


“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dipahami,” ujarnya.


Sementara itu, Prof. Dr. Drs. Suprayitno, M.Hum., Ph.D., salah seorang penulis buku “Djamin Setia Selamanya”, menjelaskan bahwa karya tersebut terinspirasi dari sosok Djamin Ginting yang menunjukkan kesetiaan kepada negara, keluarga, dan pendidikan. Salah satu nilai penting yang diangkat adalah kepeduliannya terhadap pendidikan, bahkan di tengah situasi perjuangan dan pengungsian.


“Meskipun ia bertempur dengan Belanda, tetapi di tenda-tenda pengungsian dia juga membuka sekolah untuk anak-anak,” ungkapnya.


Suprayitno juga menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam penyampaian informasi sejarah kepada masyarakat. Menurutnya, film merupakan medium yang efektif untuk mengomunikasikan pengetahuan, termasuk hasil kajian akademis. Namun, proses pengemasan informasi sejarah ke dalam karya populer harus tetap memperhatikan ketepatan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FIB USU, M. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., Ketua Panitia M. Azis Rizky Lubis, S.S., M.A., tim penyusun buku “Djamin Setia Selamanya”, yaitu Prof. Dr. Drs. Suprayitno, M.Hum., Ph.D., Dr. Drs. Edi Sumarno, M.Hum., dan Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si. serta keluarga Djamin Ginting.


Melalui dialog interaktif dan pemutaran film “Djamin Setia Selamanya”, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran sejarah, meningkatkan apresiasi terhadap tokoh perjuangan nasional, serta mendorong pemanfaatan film sebagai media pembelajaran budaya dan sejarah yang relevan bagi generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa penyampaian sejarah kepada publik tetap inspiratif, edukatif, dan bertanggung jawab.