Budaya akan terus bertahan ketika ada generasi yang bersedia mempelajarinya, mendiskusikannya, dan mewariskannya kepada masa depan. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara menjadi penyelenggara Sarasehan Nusantara VIII IMBASADI yang berlangsung pada 3–6 Juni 2021 di Medan. Mengusung tema "Tragedi Budaya Lokal dari Sudut Pandang Forensik: Dahulu dan Sekarang," kegiatan ini menjadi ruang bertemunya mahasiswa bahasa dan sastra daerah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berdialog, bertukar perspektif, serta memperkuat kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam agenda yang memadukan wawasan akademik dan pengalaman budaya, mulai dari Seminar Nasional, Pagelaran Budaya, Sharing Session, hingga City Tour yang memperkenalkan kekayaan budaya Kota Medan. Antusiasme peserta juga terlihat dalam berbagai kompetisi, seperti Lomba Tari Nusantara, Karya Tulis Ilmiah Nasional, Drama Nusantara, Poster Ilmiah, Musikalisasi Puisi, Souvenir Nusantara, Putra-Putri IMBASADI 2021, serta Festival TikTok Challenge. Kehadiran kompetisi berbasis kreativitas ini membuktikan bahwa budaya dapat terus berkembang melalui ide-ide segar dan media yang dekat dengan generasi muda.

Melalui Sarasehan Nusantara VIII IMBASADI, Program Studi Sastra Batak menegaskan komitmennya untuk membangun jejaring akademik sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah. Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan tradisi dalam wajah yang lebih relevan. Sebab, budaya yang terus dibicarakan, dipelajari, dan dikembangkan akan selalu memiliki tempat di hati generasi masa kini maupun masa depan.