IDi tengah pesatnya perkembangan teknologi, budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikenalkan dengan cara yang lebih inovatif. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan Workshop Digitalisasi (Marketplace) Simbol Budaya Etnik Batak pada 28 Juli 2022. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana simbol-simbol budaya Batak dapat didokumentasikan, dipromosikan, dan dikembangkan melalui platform digital sehingga memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.

Workshop menghadirkan Drs. Manguji Nababan, ahli pernaskahan dari Pusat Batakologi Universitas HKBP Nommensen, yang mengulas makna, filosofi, dan kekayaan simbol budaya Batak sebagai identitas yang harus terus dijaga. Melengkapi perspektif tersebut, Docma Great Nababan, S.S., Business Development Executive PT. Zen Rooms Services Indonesia, membagikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi dan marketplace digital dalam mengembangkan potensi budaya menjadi produk kreatif yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Diskusi dipandu oleh Drs. Warisman Sinaga, M.Hum., serta dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., dan Ketua Program Studi Sastra Batak, Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum.

Melalui workshop ini, Program Studi Sastra Batak menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan inovasi. Ketika warisan budaya dipadukan dengan teknologi digital, lahirlah peluang baru untuk memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus membuka ruang bagi kreativitas dan kewirausahaan generasi muda. Karena budaya yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman bukan hanya akan tetap lestari, tetapi juga akan terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masa depan