Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
29 Februari 2024
Triko Altanzir, S.K.M
HUMAS FIB USU - Pada hari Kamis, 29 Februari 2024, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan dari Sekretaris Kabinet Republik Indonesia yang terdiri atas Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami, S.IP., M.E., Kepala Bidang Evaluasi dan Kompetensi, Nurmeilawati, S.S., M.M., Pengolah Data pada Subbidang Evaluasi, Arif Sudibyo, A.Md., Analis Kinerja pada Subbidang Penilaian, Ilham Tri Ade Wicaksono, S.E., dan Staf pada Pusat Pembinaan Penerjemah, Fika Suci Utami. Kunjungan ini dihadiri oleh Dekanat, Kepala Tata Usaha, Ketua dan Sekretaris Program Studi FIB USU, dan Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Prof. Dr. Rudy Sofyan, M.Hum.

Kunjungan diawali dengan kata sambutan dari Dekan FIB USU, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A. Dekan FIB USU menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan Monev Pembinaan Jabatan Fungsional Penerjemah (JFP) bertujuan untuk mengumpulkan data, informasi dan masukan sebagai bahan monitoring dan evaluasi dalam rangka perbaikan dan penyempurnaan penerapan kebijakan pembinaan JFP di instansi pemerintahan, mendorong pemahaman urgensi pengangkatan Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) di lingkungan instansi pemerintah, dan keterlibatan para akademisi/pakar universitas dalam penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan program pembinaan JFP.
Kunjungan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah, Sri Wahyu Utami, S.IP., M.E. Beliau menyampaikan, selain monitoring dan evaluasi kunjungan ini dilakukan dalam rangka berdiskusi untuk medapatkan saran masukan dalam hal pembinaan JFP, pengembangan ilmu bahasa dan pengetahuan tentang penerjemahan. Disamping itu, akan dilaksanakan diskusi dengan para akademisi dan pakar di FIB USU yang dapat membuka kerjasama peningkatan kompetensi penerjemah melalui penyusunan kurikulum pelatihan dan berbagai kebijakan pembinaaan JFP, keterlibatan sebagai penulis dan atau Mitra Bestari Jurnal Penerjemahan.
"Kemudian juga kerjasama penyelenggaraan pelatihan dan uji kompetensi yang diproyeksikan akan dapat dilaksanakan oleh berbagai Universitas yang akan datang. Selain itu ada juga kerjasama penyusunan soal uji kompetensi pengangkatan jabatan penerjemah, serta soal-soal untuk rekrutmen CASN JFP. Jika memungkinkan, kami mengharapkan ada inventaris kepakaran penerjamahan dari akademisi atau para pakar dari FIB USU" tutur Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah.
Monev dilaksanakan dengan mengumpulkan data dan informasi melalui diskusi langsung, baik dengan instansi pengguna yang telah menerima manfaat pembinaan JFP, maupun dengan instansi pemerintah yang telah melaksanakan penerjemahan oleh PNS yang belum diangkat dalam JFP. Selanjutnya, data tersebut akan dianalisis untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan dalam penerapan kebijakan pembinaan JFP.
Sasaran Monev kali ini adalah instansi pemerintah yang telah melaksanakan penerjemahan oleh PNS yang belum diangkat dalam JFP untuk mendorong pengangkatan PNS tersebut ke dalam JFP, yaitu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Monev ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan pemahaman urgensi kehadiran Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) guna mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjalin kerja sama dengan mitra di negara sahabat. Target kegiatan ini adalah untuk mendorong pengangkatan PFP di lingungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Capaian (outcome) kegiatan ini adalah rekomendasi perbaikan dan penyempurnaan penerapan kebijakan pembinaan JFP, pemahaman instansi pemerintah daerah tentang urgensi pengangkatan PFP dan keterlibatan akademisi/pakar dalam pelaksanaan program pembinaan JFP.