home icon
search icon
menu icon

> Berita > Kuliah Umum "Pengaruh Islam dalam Budaya Pattani" dengan Prince of Songkla University, Thailand

Kuliah Umum "Pengaruh Islam dalam Budaya Pattani" dengan Prince of Songkla University, Thailand

Dipublikasi Pada

29 Februari 2024

Dipublikasi Oleh

Triko Altanzir

Kuliah Umum "Pengaruh Islam dalam Budaya Pattani" dengan Prince of Songkla University, Thailand
Thumbnail Kuliah Umum "Pengaruh Islam dalam Budaya Pattani" dengan Prince of Songkla University, Thailand

"Kita berharap dapat melakukan pertukaran mahasiswa FIB USU dengan Prince of Songkla University Thailand. Kami juga berharap kiranya semester depan para mahasiswa dapat belajar di PSU, Thailand. Kemudian kita juga dapat mengundang para mahasiswa untuk bergabung di kegiatan Summer Course oleh FIB USU. Tahun ini kita akan mengundang dekan PSU, Thailand untuk bergabung dan di biayai oleh USU" tutur Dekan FIB USU.

 

facebookinstagram

 

HUMAS FIB USU - Pada hari Kamis, 29 Februari 2024, Program Studi (Prodi) S2 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan dari Prince of Songkla University (PSU) untuk memberikan kuliah umum dan penandatanganan MOA/IA serta persembahan kesenian 2 negara, baik Indonesia dan Thailand. Kuliah umum ini dipimpin oleh ketua prodi S2 Ilmu Sejarah Prof. Pujiati M.Soc.Sc Ph.D. Dalam kesempatan kuliah umum tersebut, diawali kata sambutan menerima tamu PSU oleh Prof. Pujiati M.Soc.Sc., Ph.D., dilanjutkan dengan kata sambutan serta pembukaan secara resmi oleh Dekan FIB USU Prof. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A. dan dilanjutkan oleh pihak PSU Prof. Madya Nurman.

 

 

Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dekan FIB USU Prof. Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A. dan para wakil dekan Dra. Heristina Dewi M.Pd. dan Mhd Pujiono S.S., M.A., Ph.D. yang hadir baik materil maupun moril dalam membantu terlaksananya acara ini sehingga dapat terkoordinasi dan berlangsung dengan baik. Kemudian Rombongan PSU terdiri dari 4 orang dosen PSU yaitu Prof. Madya Dr. Nurman Hayimasae, Dr. Sawawee Padaamen, Dr. Munirah, Prof. Madya Dr. Faisol Haji Awang beserta 25 orang mahasiswa dari PSU Thailand. Peserta kuliah umum ini terdiri atas 130 orang dan dihadiri pula oleh 4 Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FIB USU (S1 Sejarah, Sastra Arab, Sastra Melayu, Sastra Indonesia dan Etnomusikologi) dan para dosen USU.

 

Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A. dalam kata sambutannya berharap dalam pertemuan hari ini dapat membuahkan hasil yang baik bagi dosen dan mahasiswa. Saat ini FIB USU mendukung USU dalam hal World Class University. Dekan FIB USU ingin PSU bergabung untuk mempelajari kebudayaan dari pada Sumatera utara yang berbagai ragam budaya. Semua tujuan kuliah ini adalah untuk memberi kontribusi dalam memperkuat program internasionalisasi kedua universitas.
 

"Kita berharap dapat melakukan pertukaran mahasiswa FIB USU dengan Prince of Songkla University Thailand. Kami juga berharap kiranya semester depan para mahasiswa dapat belajar di PSU, Thailand. Kemudian kita juga dapat mengundang para mahasiswa untuk bergabung di kegiatan Summer Course oleh FIB USU. Tahun ini kita akan mengundang dekan PSU, Thailand untuk bergabung dan di biayai oleh USU" tutur Dekan FIB USU. 

 

Kegiatan ini memiliki makna penting atas kerjasama dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi. PSU adalah universitas pertama di Thailand selatan, yang didirikan pada tahun 1967. Nama Universitas ini diberikan oleh Raja Bhumibol Adulyadej untuk menghormati Pangeran Mahidol Adulyadej, Pangeran Songkla. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merintis kerjasama dalam bidang Tridharma, Pendidikan, Pengabdian dan Penelitian antara dua belah pihak yaitu USU dan PSU, serta silaturahim akademik dengan kegiatan kuliah umum yang akan disampaikan oleh Asoc. Prof. Dr. Faisol haji Awang dan moderator oleh sekretaris prodi S2 Ilmu Sejarah Drs. Nuhung M.A Ph.D. Kuliah umum dengan tema "Pengaruh Islam dalam budaya Pattani".

 

Semoga kegiatan ini dapat dilanjutkan kembali dengan kunjungan balasan dari USU ke PSU ataupun penerimaan mahasiswa asing dari negeri Thailand berminat melanjutkan studinya pada program S2 di Ilmu Sejarah FIB USU dan kami diundang juga memberi kuliah umum dan kerjasama penelitian dan pengabdian di masa depan.

 

 

Dalam paparannya, Prof. Madya Faisol Haji Awang, Ph.D. menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang universal sehingga dalam proses penyebarannya banyak mendapatkan sambutan di tengah masyarakat sejak era klasik sampai modern. Terkait hubungan Islam dan Melayu di Pattani Prof. Madya Faisol mengatakan sebagai sesuatu yang yang kuat. Sehingga dalam hubungan agama dan etnisitas sering kali dikatakan: Melayu adalah Islam dan Islam adalah Melayu. Simbol-simbol keislaman dapat dilihat pada budaya Pattani terdapat pada rumah ibadah, pakaian muslim, makanan halal, pernikahan Islami, silaturahim sesama muslim dan kelompok lainnya dan dengan negara lainnya dan sebagainya, Hubungan ini kemudian diperkuat dengan adanya lembaga pendidikan berbasis Surau atau Pondok yang berkembang pesat di Pattani maupun kawasan Thailand bagian Selatan lainnya. Sampai saat ini orang-orang Melayu di Thailand Selatan yang notabene secara geografis sangat dekat dengan Malaysia masih memegang teguh nilai-nilai kemelayuan tersebut sebagai pedoman hidupnya.

 

Hubungan Melayu Thailand dan Melayu Indonesia dalam kaitan budaya serantau dan Islam yaitu di daerah perbatasan, Pattani sering dijuluki Changwad Chaiden Pak Thai dimana kebanyakan yang tinggal di daerah tersebut ialah beragama muslim. Di daerah ini terdapat empat provinsi yaitu Yala, Narathiwat, Pattani serta Satun yang mana masyarakat disana kebanyakan menganut agama Islam. Awal mula kerajaan pattani dipimpin oleh Sultan Sulaiman yang berasal dari Aceh karna awalnya Pattani adalah kerajaan yang berdaulat yang mana kebanyakan penghuninya ialah masyarakat yang berbasis melayu serta terletak di daerah Thailand bagian selatan.

 

Melayu muslim ialah sekelompok minoritas yang tinggal di daerah Pattani, yang mana salah satu provinsinya terletak di daerah Thailand bagian selatan. Islam dan kebudayaan melayu menyatu serta tidak terpisahkan, oleh sebab itu ada beberapa budaya yang melekat erat serta menjadikannya sebagai ciri khas pada melayu muslim Pattani bagian selatan Thailand. Budaya tersebut meliputi:

 

  1. Masyarakat muslim melayu ialah warga negara Thailand, tetapi Sebagian besar masyarakat muslim melayu memakai bahasa melayu. Kalau didengar oleh masyarakat Indonesia mungkin terasa sulit untuk memahami ucapan mereka ketika mereka sedang berbicara cepat. Tetapi jika mereka berbicara dengan lambat akan ada beberapa kesamaan antara bahasa Indonesia yang dipadukan dengan bahasa melayu Malaysia. Dilihat dari segi bahasa dan kultural, muslim melayu Pattani sangat dekat dengan melayu Kelantan yang berada di wilayah Malaysia, dikarenakan melayu Kelantan dilihat dari segi geografis sangat berdekatan dengan daerah Pattani, serta secara historis mereka termasuk keturunan dari satu kerajaan atau kesultanan yang sama pada 5 abad silam.
  2. Masyarakat muslim melayu dalam hal tulisan memakai huruf Arab melayu. Sebenarnya pemerintahan atau kerajaan Thailand sudah memerintahkan mereka untuk tidak menggunakan budaya tulisan Arab tersebut, tetapi mereka tidak mau menggunakan tulisan Thailand karna beranggapan bahwa akan menghilangkan budaya tulisan dari mereka yang asli. Tulisan yang masyarakat Pattani pakai biasa disebut dengan istilah bahasa jawi atau tulisan jawi, yang merupakan bagian dari bahasa melayu yang mana tulisan itu berbentuk Arab tetapi bahasanya memakai bahasa melayu.
  3. Pakaian adat masyarakat Melayu ialah baju kurung, baju kurung merupakan pakaian adat dari Islam di Thailand bagian selatan (daerah Pattani). Ciri khas baju kurung ialah model yang longgar pada bagian, lengan dan dada. Pada awalnya baju kurung sering digunakan sebagai upacara kebesaran melayu saja, tetapi sekarang banyak masyarakat muslim melayu yang memakai baju kurung yang dipadukan dengan jilbab untuk pakaian sehari-hari.
Berita