HUMAS FIB USU - Pada hari Selasa, 14 Oktober 2025 Program Studi Sastra Melayu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU), menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Pancaran Jati Diri Kenusantaraan melalui Teori-Teori Sastra”. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan FIB USU dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta pemerhati kajian sastra dan kebudayaan Melayu.
Kuliah umum ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai peran teori-teori sastra dalam mengungkap, merefleksikan, dan menguatkan jati diri kenusantaraan, khususnya dalam konteks sastra Melayu. Melalui pendekatan teoritis yang komprehensif, peserta diajak untuk melihat karya sastra tidak hanya sebagai produk estetis, tetapi juga sebagai medium penting dalam membangun identitas budaya dan kebangsaan.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa teori-teori sastra baik yang bersifat klasik maupun kontemporer memiliki kontribusi signifikan dalam membaca dan menafsirkan teks sastra Nusantara. Teori strukturalisme, pascastrukturalisme, poskolonialisme, hingga pendekatan budaya dipaparkan sebagai alat analisis yang mampu mengungkap nilai-nilai kearifan lokal, sejarah, serta pandangan hidup masyarakat Nusantara yang tercermin dalam karya sastra.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sastra Melayu sebagai bagian integral dari khazanah sastra Nusantara memiliki kekayaan simbol, narasi, dan filosofi yang mencerminkan identitas kolektif masyarakatnya. Oleh karena itu, penguasaan teori sastra menjadi penting bagi mahasiswa Sastra Melayu agar mampu melakukan kajian kritis sekaligus kontekstual terhadap karya sastra yang diteliti.
Kegiatan kuliah umum ini juga membuka ruang diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan teori sastra dalam penelitian, relevansi teori Barat dan lokal, serta tantangan dalam mengkaji sastra Nusantara di tengah arus globalisasi. Diskusi tersebut memperkaya perspektif peserta sekaligus mendorong sikap kritis dan reflektif dalam studi sastra.
Ketua Program Studi Sastra Melayu FIB USU dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya program studi untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa serta memperluas wawasan keilmuan yang relevan dengan perkembangan kajian sastra dan budaya. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah, skripsi, maupun penelitian lanjutan di bidang sastra Melayu dan kenusantaraan.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Pancaran Jati Diri Kenusantaraan melalui Teori-Teori Sastra” ini, FIB USU menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian sastra yang berakar pada nilai-nilai budaya Nusantara sekaligus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya sastra sebagai sarana pelestarian dan penguatan identitas budaya bangsa.