facebookinstagram

HUMAS FIB USU - Pada hari Selasa, 25 Februari 2025, Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Kuliah Umum dengan judul "Bersama Membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Indonesia" disampaikan oleh narasumber Zhang Min, Konsul RRT yang dilaksanakan di Ruang Senat Biro Rektor USU. yang turut hadir Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si,(Rektor USU), Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T (Direktur Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU), Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A (Dekan FIB USU), Niza Ayuningtias, S.S., MTCSOL (Kaprodi Bahasa Mandarin FIB USU), Mahasiswa Bahasa Mandari FIB USU.


Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., (Rektor USU) menyoroti semakin kuatnya hubungan antara Indonesia dan Tiongkok di sektor pendidikan dan teknologi. menyampaikan bahwa saat ini USU tengah menjajaki berbagai bentuk kerja sama dengan universitas dan industri di Tiongkok, termasuk program pelatihan teknologi akademik di Singapura serta kolaborasi dengan perusahaan di Beijing untuk program pelatihan mahasiswa.


“Kami berharap Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan dapat terus memfasilitasi pertukaran dan kerja sama pendidikan antara USU dan universitas-universitas di Tiongkok,” ujar Rektor


"Kerja sama dengan universitas di Tiongkok memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa USU, baik dalam hal pengembangan akademik maupun kesempatan Internasional," ujar Rektor


Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, ST., MT., (Direktur Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU) menyampaikan hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok telah berlangsung lama, berkembang dari interaksi budaya dan perdagangan sejak abad ke-7 hingga menjadi kemitraan strategis dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan teknologi.


“Semoga kuliah tamu ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya kolaborasi akademik lintas negara,” harapnya.


Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., (Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU) menyampaikan bahwa salah satu bentuk konkret kerja sama akademik adalah program studi Bahasa Mandarin di USU yang telah mendapat akreditasi internasional. Program ini telah mengirimkan alumni untuk melanjutkan studi di Jinan University, yang kini juga menjadi dosen di program studi tersebut.


"Peran Konsulat Tiongkok sangat penting dalam memperkuat hubungan akademik. Selain memberikan kuliah umum, mereka juga berbagi ilmu melalui seminar dan festival budaya, yang semakin memperkaya wawasan mahasiswa USU," ujar Dekan FIB.


Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Zhang Min, menyampaikan kuliah umum bertajuk Bersama Membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Indonesia di Universitas Sumatera Utara.


Menurut Zhang Min, konsep yang diusulkan Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi tantangan bersama.


“Membangun komunitas senasib sepenanggungan berarti semua negara harus berbagi suka dan duka, hidup dalam harmoni, serta mencapai kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa melalui modernisasi dan pembangunannya sendiri, Tiongkok ingin mendorong dunia menuju masa depan yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.


Dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, hubungan Tiongkok-Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat. Zhang Min mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara pertama yang diajak Tiongkok untuk membangun Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 pada 2013.


“Pada 2024, volume perdagangan kedua negara mencapai 147,79 miliar dolar AS, dengan Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 12 tahun berturut-turut. Selain itu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah menjadi simbol keberhasilan kerja sama dalam inisiatif Sabuk dan Jalan, dengan lebih dari 7 juta penumpang dan jarak tempuh lebih dari 3 juta kilometer,” ungkapnya.


Selain membahas kerja sama ekonomi, Zhang Min juga menyinggung keanggotaan Indonesia di BRICS, yang menurutnya akan memperkuat kolaborasi strategis kedua negara dalam isu-isu internasional dan regional. Ia menekankan bahwa Tiongkok dan Indonesia akan terus mempromosikan Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai dan Semangat Bandung guna memperkuat solidaritas negara-negara berkembang serta menjaga stabilitas dan pembangunan global.

Pada kegiatan kuliah umum ini Mario Pascal (reporter RRI Medan) juga berbagi pengalaman tentang bagaimana sistem pendidikan di Tiongkok sangat menghargai meritokrasi dan membuka banyak peluang bagi mereka yang memiliki kompetensi. Ia menekankan bahwa belajar bahasa asing, terutama Mandarin, bisa menjadi aset besar di era globalisasi.


"Jangan pernah berhenti belajar, terutama bagi mahasiswa yang sedang mendalami bahasa Mandarin. Dunia semakin terbuka, dan dengan kemampuan bahasa serta keterampilan yang tepat, banyak peluang menanti di berbagai bidang," ujar Mario Pascal