home icon
search icon
menu icon

> Berita > International Conference on English Language, Literature, and Culture (ICELLIC) 2024

International Conference on English Language, Literature, and Culture (ICELLIC) 2024

Dipublikasi Pada

04 Mei 2024

Dipublikasi Oleh

Triko Altanzir, S.K.M

International Conference on English Language, Literature, and Culture (ICELLIC) 2024
Thumbnail International Conference on English Language, Literature, and Culture (ICELLIC) 2024

Dalam konteks ini, tema "English and Related Studies in the World: Future Possibilities, Transformation & Innovation" menjadi sangat relevan. Tema ini mengajak akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berdiskusi tentang arah masa depan studi bahasa Inggris dan bagaimana kita dapat memanfaatkan inovasi untuk mengatasi tantangan global.

 

facebookinstagram

 

HUMAS FIB USU - Sabtu, 4 Mei 2024, Program Studi S1 Sastra Inggris dan S2 Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan International Conference on English Language, Literature, and Culture (ICELLIC) ke-lima via Zoom Meeting. Seminar tersebut turut mengundang narasumber eksternal antara lain Prof. Gautam Kumar Jha, Ph.D. dari Jawaharlal Nehru University, Prof. Dr. Adelina Asmawi dari University of Malaya, Prof. Dr. Anamel Damnet dari Kasetsart University dan internal Dr. Tasnim Lubis, M.Hum.

 

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, studi bahasa Inggris dan bidang terkait mengalami transformasi signifikan. Perkembangan ini tidak hanya mempengaruhi cara kita belajar dan mengajar bahasa Inggris, tetapi juga bagaimana kita memahami peran bahasa dalam konteks global. Di seluruh dunia, bahasa Inggris telah menjadi alat komunikasi utama dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga diplomasi. Oleh karena itu, memahami dinamika dan inovasi dalam studi bahasa Inggris sangat penting untuk menjawab tantangan masa depan.

 

Kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan platform digital, telah membuka peluang baru dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. Teknologi ini memungkinkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan personal. Selain itu, globalisasi telah mendorong munculnya pendekatan multikultural dan lintas disiplin dalam studi bahasa Inggris. Dengan demikian, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengeksplorasi kemungkinan transformasi dan inovasi dalam bidang ini untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya di masa depan.

 

Di sisi lain, tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan konflik politik juga mempengaruhi studi bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium untuk mempengaruhi opini publik, kebijakan, dan budaya global. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana studi bahasa Inggris dapat beradaptasi dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan ini.

 

Dalam konteks ini, tema "English and Related Studies in the World: Future Possibilities, Transformation & Innovation" menjadi sangat relevan. Tema ini mengajak akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berdiskusi tentang arah masa depan studi bahasa Inggris dan bagaimana kita dapat memanfaatkan inovasi untuk mengatasi tantangan global. Dengan demikian, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk pengajaran, penelitian, dan penerapan bahasa Inggris di masa depan.

Berita