Dokumentasi dan revitalisasi bahasa yang terancam punah memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian budaya, peningkatan identitas komunitas, dan promosi keanekaragaman linguistik global. Disamping itu dengan adanya seminar ini dapat menambah pengetahuan serta sebagai media bagi mahasiswa maupun dosen untuk menyalurkan ide-ide pemikiran baru mengenai dokumentasi bahasa dan juga dapat memperkuat pengetahuan dan pengalaman dengan menuangkannya ke dalam tulisan-tulisan yang akan dimuat di proceeding.
HUMAS FIB USU -Rabu, 12 Juni 2024, Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) telah melaksanakan The 4th Internasional Virtual Seminar on Endangered Language and Linguistics (IVSoELL) 2024 dengan Tema : “Bahasa Dokumentasi dan Revitalisasi Bahasa” dengan pemateri kegiatan ini adalah Dr. Kristian Roncero (Jerman), Prof. Stefanie Pillai (Malaysia), Dr. Rusdi Noor Rosa (Indonesia) dan moderator Dr. Tasnim, M.Hum. dan juga dihadiri oleh Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A. (Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara), Prof. Dr. Mulyadi M.Hum (Ketua Program Pascasarjana Linguistik Universitas Sumatera Utara) Dosen dan Mahasiswa Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Melalui Zoom Meeting.
.jpg)
Ketua Program Pascasarjana Linguistik Universitas Sumatera Utara Prof. Mulyadi M.Hum. dalam sambutannya mengatakan bahwa meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan penelitian mengenai dokumentasi bahasa yang terancam punah. kegiatan seminar IVSoELL, baik sebelum acara maupun sesudah acara, guna mengevaluasi kegiatan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa beserta dosen dan peserta seminar lainnya dalam melakukan penelitian mengenai dokumentasi bahasa yang terancam punah. Program Studi Linguistik FIB USU telah mengundang Pakar Peneliti Bahasa dari tiga negara yaitu Dr.Kristian Roncero (Ludwig Maximillians University), Prof. Dr. Stefanie Pillai (University Malaya, Malaysia), Dr. Rusdi Noor Rosa Indonesia (Universitas Sumatera Utara). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa beserta dosen dan peserta seminar lainnya dalam melakukan penelitian mengenai dokumentasi Bahasa dan revitalisasi bahasa, seminar diikuti oleh para mahasiswa beserta dosen-dosendari berbagai Universitas yang ada di Indonesia dan juga luar negeri.
Banyak manfaat yang dapat diambil dari seminar IVSoELL ini, seperti mengenai manfaat dokumentasi dan revitalisasi bahasa yang terancam punah
1.Pelestarian Warisan Buday : Dokumentasi bahasa yang terancam punah berfungsi sebagai upaya pelestarian warisan budaya yang berharga. Bahasa adalah sarana utama untuk mentransfer pengetahuan, tradisi, dan sejarah suatu komunitas. Dengan mendokumentasikan bahasa, kita menjaga agar pengetahuan ini tidak hilang.
2.Sumber Penelitian Linguistik : Dokumentasi bahasa memberikan data yang kaya untuk penelitian linguistik. Ini membantu para ahli bahasa memahami struktur, perkembangan, dan variasi bahasa di seluruh dunia. Hal ini juga dapat memberikan wawasan tentang evolusi bahasa manusia.
3.Penguatan Identitas Komunitas : Dokumentasi bahasa dapat memperkuat identitas dan kebanggaan komunitas yang menggunakannya. Bahasa adalah bagian integral dari identitas suatu kelompok, dan mendokumentasikannya menunjukkan penghargaan dan pengakuan terhadap nilai budaya mereka.
4.Pendidikan dan Pembelajaran : Dokumen bahasa yang komprehensif dapat digunakan sebagai bahan pendidikan. Ini memungkinkan generasi muda untuk belajar dan menguasai bahasa ibu mereka, meskipun bahasa tersebut tidak lagi digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari.
5.Penggunaan Teknologi untuk Pelestarian : Dalam era digital, dokumentasi bahasa yang terancam punah dapat difasilitasi dengan teknologi modern, seperti rekaman audio, video, dan platform digital. Hal ini membuat akses dan distribusi data bahasa lebih mudah dan luas.
Manfaat Revitalisasi Bahasa yang Terancam Punah
1.Penguatan Identitas dan Kebanggaan Komunitas : Revitalisasi bahasa membantu menghidupkan kembali identitas dan kebanggaan komunitas. Ketika bahasa lokal dihidupkan kembali, anggota komunitas merasakan keterikatan yang lebih kuat dengan warisan budaya mereka.
2.Meningkatkan Keterampilan Bahasa Generasi Muda : Revitalisasi bahasa memberi generasi muda kesempatan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa ibu mereka. Ini penting untuk menjaga kesinambungan bahasa dan tradisi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3.Diversitas Linguistik Global : Dengan menghidupkan kembali bahasa yang terancam punah, kita menjaga keanekaragaman linguistik dunia. Diversitas ini penting untuk studi linguistik dan antropologi, serta memperkaya budaya global.
4.Mendukung Kesejahteraan Sosial dan Psikologis : Bahasa memiliki peran penting dalam kesejahteraan sosial dan psikologis individu. Dengan menghidupkan kembali bahasa yang terancam punah, komunitas dapat merasa lebih berdaya dan terhubung secara emosional dengan warisan mereka.
5. Promosi Pendidikan Multikultural : Revitalisasi bahasa mempromosikan pendidikan multikultural dan pemahaman lintas budaya. Ini mengajarkan toleransi dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya, yang sangat penting dalam masyarakat global saat ini.
Dokumentasi dan revitalisasi bahasa yang terancam punah memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian budaya, peningkatan identitas komunitas, dan promosi keanekaragaman linguistik global. Disamping itu dengan adanya seminar ini dapat menambah pengetahuan serta sebagai media bagi mahasiswa maupun dosen untuk menyalurkan ide-ide pemikiran baru mengenai dokumentasi bahasa dan juga dapat memperkuat pengetahuan dan pengalaman dengan menuangkannya ke dalam tulisan-tulisan yang akan dimuat di proceeding.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa