Indonesia dikenal karena keberagaman budaya yang menjadi identitas sekaligus kekuatan bangsa. Namun, di tengah perubahan zaman dan hadirnya era new normal, pelestarian budaya membutuhkan lebih dari sekadar mengenang masa lalu—dibutuhkan aksi nyata dari generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara bersama Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (IMBASADI) menyelenggarakan Temu Budaya Nusantara dengan tema "Pelestarian Budaya Lokal dan Lingkungan Hidup di Era New Normal." Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia untuk bertukar ide, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komitmen menjaga kekayaan budaya bangsa.
Selama pelaksanaannya pada 17–25 Maret 2021, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur akademik, seni, dan pengabdian kepada masyarakat. Mulai dari Seminar Nasional, Pagelaran Budaya Nusantara, Pawai Budaya, Musyawarah Nasional IMBASADI, hingga Wisata Budaya, setiap agenda dirancang untuk memperkaya wawasan sekaligus memperkenalkan keberagaman tradisi Indonesia. Berbagai kompetisi seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah, Poster Ilmiah, Visualisasi Puisi, Festival Drama, Festival TikTok Nusantara, hingga Pemilihan Putra Putri IMBASADI juga menjadi bukti bahwa budaya dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai dan maknanya.
Temu Budaya Nusantara bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi momentum untuk membangun jejaring, berbagi inspirasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Batak menegaskan bahwa pelestarian budaya akan semakin kuat ketika didukung oleh generasi muda yang terbuka terhadap inovasi, kolaborasi, dan perkembangan teknologi. Sebab, budaya yang terus diwariskan bukan hanya akan tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi bagi Indonesia di masa depan.