Budaya akan terus hidup ketika ada generasi yang mau mengenal, merawat, dan mengembangkannya. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah Temu Budaya Nusantara (TBN) XXVIII yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (IMBASADI). Mengusung tema "Aktualisasi Budaya Lokal dan Peran Generasi Muda", kegiatan ini menjadi ruang bertemunya mahasiswa dari berbagai daerah untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan kreativitas dalam melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Selama 15–20 Desember 2022, peserta mengikuti beragam agenda inspiratif, mulai dari Seminar Nasional, Workshop Nasional, hingga Musyawarah Nasional. Tidak hanya itu, suasana semakin semarak dengan berbagai kompetisi seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah, Esai Nasional, Tari Nusantara, Cipta dan Baca Puisi, Podcast, Komik Strip, Dokumenter Budaya, hingga Kontes TikTok Nusantara. Perpaduan antara forum akademik dan ruang kreativitas ini menunjukkan bahwa melestarikan budaya tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang konvensional—budaya juga bisa hadir melalui karya, inovasi, dan media digital yang dekat dengan generasi masa kini.

Melalui penyelenggaraan Temu Budaya Nusantara XXVIII, Program Studi Sastra Batak menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi antarmahasiswa dari seluruh Indonesia sekaligus memperkuat kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah. Lebih dari sekadar sebuah pertemuan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika anak muda bersatu, budaya tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang, beradaptasi, dan menginspirasi di tengah perubahan zaman. Karena budaya bukan hanya warisan masa lalu—budaya adalah identitas yang terus hidup bersama generasi masa depan.