Profil
Saat ini mengajar sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Studi Etnomusikologi, Fakulas Ilmu Budaya, USU. Melakukan penelitian dan pendokumentasian enam etnis sub-Batak: dengan dana dari The Toyota Foundation.(2001-2004) 2003-2005. The Ford Foundation, Jakarta. DRPM Dikti dan Talenta USU. Pada tahun 1995 Rithaony Hutajulu mendirikan kelompok musik bergenre worldmusic “Suarasama” bersama suaminya Irwansyah Harahap (alm.) Bersama kelompok Suarasama telah menghasilkan empat album musik dan melakukan pementasan diberbagai festival tingkat nasional dan internasional. Rithaony Hutajulu pernah diundang menjadi artist in residency oleh Wellington Art City Council in New Zealand bekerjasama denganNew Zealand School of Music dan memberikan pertunjukan musik dan ceramah tentang musik tradisi Sumatra Utara (September-Desember 2009). Sejak tahun 2008 membentuk komunitas Rumah Musik Suarasama sebagai wadah untuk pelatihan musik/tari Sumatera Utara, workshop dan diskusi seni dan budaya. Pada tahun 2015 mendirikan kelompok musik Batak Toba “Mataniari” yang berorientasi pada musik tradisi Batak Toba dan karya pertunjukan musik Opera Batak dan telah melakukan pementasan disejumlah even nasional dan internasional. Tahun 2018 Rithaony Hutajulu mendapat penghargaan Anugerah Pustaka Nusantara dari Perpustakaan Nasional Indonesia sebagai Pelestari Musik Tradisi. Tahun 2021 mendapat Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Kemdikbud sebagai Pelestari Musik Batak.