Medan, 27 September 2026 — Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Temu Alumni Program Studi Sastra Batak yang berlangsung di Medan, Minggu (27/9/2026).
Program Studi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) menyelenggarakan kegiatan Temu Alumni sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara sivitas akademika dan alumni dari berbagai angkatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan Program Studi Sastra Batak serta pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Batak. Kegiatan tersebut diikuti oleh 82 peserta yang terdiri atas sivitas akademika dan alumni.
Kegiatan Temu Alumni dihadiri oleh Ketua Program Studi Sastra Batak, Dr. Tomson Sibarani, S.S., M.Hum. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian, Dr. Zulfan, S.S., M.Hum. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, SDM, dan Infrastruktur Akademik, Ibu Elly Hayati Nasution, S.S., M.Si., CIT., Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara selaku stakeholder Program Studi Sastra Batak, Dr. Asrif, M.Hum., para dosen Program Studi Sastra Batak, serta alumni dari berbagai angkatan.
Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, para Alumni bersama sivitas akademika berbagi cerita, pengalaman, serta gagasan mengenai perkembangan Program Studi Sastra Batak. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara alumni dan almamater, sekaligus membuka peluang terjalinnya kerja sama dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemilihan kepengurusan Ikatan Alumni Sastra Batak periode 2026–2031. Proses pemilihan dipimpin oleh Drs. Tigor Tampubolon selaku perwakilan alumni. Setelah melalui proses pemilihan, Viktor Pasaribu, S.S., Alumni Stambuk 1992, dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni Sastra Batak periode 2026–2031.

Terpilihnya Viktor Pasaribu diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat wadah alumni serta membangun komunikasi dan kolaborasi yang semakin erat antara alumni dan Program Studi Sastra Batak. Kepengurusan baru ini juga diharapkan dapat menjadi wadah yang memperkuat jejaring alumni serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan program studi.
Selain pemilihan kepengurusan Ikatan Alumni, kegiatan Temu Alumni juga diisi dengan pemberian ulos dari Program Studi Sastra Batak kepada abang dan kakak alumni yang telah berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3). Pemberian ulos tersebut merupakan bentuk apresiasi dan kebanggaan Program Studi Sastra Batak atas pencapaian para alumni dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pemberian ulos berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Sebagai bagian dari budaya Batak, ulos menjadi simbol kasih sayang, penghormatan, dan doa serta dukungan bagi mereka yang menerima. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan almamater terhadap perjalanan akademik dan pencapaian para alumni.

Melalui kegiatan Temu Alumni ini, Program Studi Sastra Batak FIB USU berharap hubungan yang telah terjalin antara alumni dan almamater dapat terus berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam bidang akademik, kebudayaan, maupun pengembangan jejaring alumni. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi kekuatan untuk terus menjaga dan mengembangkan eksistensi bahasa, sastra, serta budaya Batak di tengah perkembangan zaman.
“Bersama alumni, kita memperkuat silaturahmi, membangun kolaborasi, dan menjaga eksistensi bahasa, sastra, serta budaya Batak untuk terus berkembang di masa depan.”