home icon
search icon
menu icon

> Berita > Simposium “Hubungan Kerajaan Aru dengan Peradaban Karo” Kerjasama Ilmu Sejarah FIB USU dengan Karo Foundation

Simposium “Hubungan Kerajaan Aru dengan Peradaban Karo” Kerjasama Ilmu Sejarah FIB USU dengan Karo Foundation

Dipublikasi Pada

08 Mei 2025

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Simposium “Hubungan Kerajaan Aru dengan Peradaban Karo” Kerjasama Ilmu Sejarah FIB USU dengan Karo Foundation
Thumbnail Simposium “Hubungan Kerajaan Aru dengan Peradaban Karo” Kerjasama Ilmu Sejarah FIB USU dengan Karo Foundation

 

 


facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU - Pada hari Kamis 08 Mei 2025, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera (USU) Bersama Karo Foundation menggelar Simposium yang berjudul “Hubungan Kerajaan Aru dengan Peradaban Karo” di Gedung T. Amin Ridwan FIB USU yang turut hadir Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. (Rektor USU) yang diwakilkan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., (Wakil Rektor III), Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun (Ketua Umum Karo Foundation), Brigjen. Pol. (Purn.) DR. dr. Antonius Ginting. Sp.OG., M.Kes (Bupati Karo),  Barata Brahmana (Ketua Dewan Pembina Karo Foundation), Pembicara yang di bawakan Prof. Dr. Agus Mulyana, Prof. Dr. Erond L. Damanik, M.Si, Dr. Mochtar Saidin, Dr. Pulumun P. Ginting, S.Sn., M.Sn, Drs. Suprayitno, M.Hum., Ph.D, Dr. Julianus Limbeng, M.Si, Repelita Wahyu Oetomo, M.Si., M. Azis Rizky Lubis, S.S., M.A., Ir. Analgin Ginting, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A (Dekan FIB USU), Prof. Drs. Mauly Purba, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan I), Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D. (Wakil Dekan III), Ketua Prodi & Sekretaris Prodi, Dosen, Humas dan Mahasiswa FIB USU.

 

 

 

 

Dr. Edi Sumarno, M.Hum., selaku Ketua panitia, menegaskan bahwa simposium ini digelar untuk menjawab kekosongan narasi sejarah pascaruntuhnya Kerajaan Aru pada abad ke-16 akibat serangan Kesultanan Aceh. Kegiatan ini juga merupakan upaya konkret menggali latar belakang sejarah, kebudayaan, dan peradaban Karo melalui pendekatan ilmiah.

 

“Tujuan simposium ini adalah untuk mengungkap hubungan historis antara Kerajaan Aru dan peradaban Karo.”

 

 

 

 

Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., (Dekan FIB USU) menyampaikan kolaborasi ini merupakan kegiatan akademik kolaboratif yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Budaya bersama Karo Foundation, dan diimplementasikan melalui Program Studi Ilmu Sejarah. Dekan juga berharap hasil simposium ini akan terdokumentasi dalam bentuk buku rujukan bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas yang memiliki mandat untuk melestarikan budaya bangsa, maka fakultas FIB memiliki peran penting dalam mengembangkannya.

 


“Kami mengucapkan terimakasih kepada para pembicara, kegiatan akademik ini menghasilkan kolaborasi dan kerjasama. Kita sudah banyak berbicara bagaimana implementasi dari kerjasama ini, kami berharap Karo Foundation bisa membantu untuk program Internasional Fakultas,” ujarnya.

 

 

 

 

Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun (Ketua Umum Karo Foundation) berharap melalui kegiatan ini semoga memberi gambaran identitas karo yang sebenarnya. Karo Foundation hadir membawa satu trobosan untuk bekerjasama dengan akademisi dan pemerintahan.


“Kalau kita berbicara mengenai kerajaan Aru bahkan orang karo sedikit yang mengetahuinya. Melalui simposium ini kita bisa melangkah kedepan, khususnya untuk peradaban karo,” ujarnya.


“Disini kita mencari legitimasi yang jelas mengani sejarah peradaban karo,” tuturnya.

 

 

 

 

Brigjen. Pol. (Purn.) DR. dr. Antonius Ginting. Sp.OG., M.Kes (Bupati Karo) menyampaikan kisah Kerajaan Aru dan Masyarakat Karo bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi meripakan sumber kebijakan untuk membentuk budaya yang dinamis dan Inklusif.

 

Simposium ini merupakan hasil kerja sama Karo Foundation dengan Prodi Ilmu Sejarah FIB USU.

 

“Hubungan antara Kerajaan Aru dan Peradaban Karo sangatlah erat, karena Kerajaan Aru pada dasarnya merupakan perwujutan politik dan budaya dari Masyarakat Karo di Wilayah Pantai Timur Sumatera Utara.” tuturnya

 

“Kerajaan Aru tidak hanya menjadi bukti kemajuan peradaban Karo, akan tetapi menunjukkan kemampuan Masyarakat Karo untuk beradabtasi dengan pengaruh eksternal sampai mempertahankan identitas budaya mereka.” Ujarnya

 

 

Bupati Karo juga mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk menjadikan warisan Kerajaan Aru dan Peradaban Karo sebagai inspirasi budaya modern.
 

 

 


Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., (Wakil Rektor III USU) mengatakan, bahwa kegiatan ini penting dilihat dari berbagai aspek, baik itu sisi budaya maupun kearifan lokal.


“Penggalian nilai sejarah budaya sesuai dengan tema untuk bisa dikaji lebih dalam. Ini salah satu branding USU untuk meningkatkan internasionalisasi, salah satu keunggulan kita adalah kegiatan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya,” tuturnya.

 


Analgin Ginting (Sekretaris Jenderal Karo Foundation) menyatakan bahwa simposium ini menjadi langkah awal untuk memberikan kejelasan sejarah, khususnya bagi generasi muda Karo.


“Kita berharap setelah ada legitimasi akademis, generasi muda Karo semakin bangga mengetahui bahwa nenek moyang mereka adalah pelaut tangguh yang menguasai maritim hingga ke Cina dan Selat Malaka,” ujarnya.

 


Menurut Analgin, keberhasilan banyak orang Karo di bidang kemaritiman, seperti di Korps Marinir, tidak lepas dari warisan sejarah tersebut. Namun, selama ini narasi sejarah Kerajaan Aru masih belum jelas, sehingga diperlukan penelitian mendalam oleh para akademisi.

 


“Ini bukan pekerjaan satu kali, tetapi perlu kolaborasi berkelanjutan dengan peneliti dan universitas. Kami berencana melibatkan mahasiswa, terutama yang berasal dari Suku Karo, untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang budaya dan sejarah Karo,” tuturnya.

 


Karo Foundation berkomitmen mendukung upaya ini, baik dari segi pembiayaan maupun fasilitas lainnya. Simposium ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mengungkap dan melestarikan warisan sejarah Suku Karo, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah modernisasi.


“Kami ingin sejarah ini tidak hanya menjadi cerita, tetapi juga memotivasi generasi muda untuk menggali dan bangga akan akar budayanya,” ujarnya Analgin.

 


Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk akademisi USU, yang menyambut baik kolaborasi dalam penelitian sejarah dan antropologi untuk mengungkap hubungan Kerajaan Aru dengan Suku Karo secara lebih komprehensif.

 


Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si., (Sekretaris Prodi Ilmu Sejarah FIB USU), merupakan anggota Pilar 1 Karo Foundation, menilai simposium ini sebagai langkah penting dalam memperkuat identitas budaya Karo. “Suku Karo memiliki potensi luar biasa yang perlu digali. Melalui kegiatan ini, kita menelusuri kembali relasi yang lama tertimbun oleh waktu,” ungkapnya.

 


Simposium ini adalah wujud kepedulian Karo Foundation atas Sejarah peradaban di Sumatera Utara, khususnya Sejarah dan Budaya Karo yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

 

 

 


Dalam kegiatan Simposium ini dilakukan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement), Perjanjian Kerja Sama antara Karo Foundation yang diwakili Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun (Ketua Umum) dengan FIB USU yang diwakili Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., (Dekan FIB USU) dalam acara Simposium Hubungan Kerajaan Aru dan Peradaban Karo yang disaksikan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt.,(Wakil Rektor III USU) merupakan kelanjutan dari MOU (Memorandum of Understanding) yang telah ditandatangani antara Karo Foundation dengan USU.


 

 

 

Berita