Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (FIB USU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Swasta Sultan Iskandar Muda Medan dengan melibatkan dua mahasiswa inbound dari Kitakyushu University, Jepang. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai kehidupan masyarakat dan pendidikan di Jepang sekaligus menumbuhkan motivasi untuk mempelajari bahasa Jepang dan melanjutkan pendidikan ke Jepang.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh Ketua Program Studi Sastra Jepang FIB USU, Alimansyar, S.S., M.A., Ph.D., bersama dua mahasiswa Kitakyushu University, Hikari Inamoto dan Arisa Monji. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh empat mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB USU yang merupakan alumni SMA Swasta Sultan Iskandar Muda Medan.

SMA Swasta Sultan Iskandar Muda Medan dipilih sebagai mitra pengabdian karena sekolah tersebut memiliki mata pelajaran bahasa Jepang. Melalui kegiatan ini, pembelajaran bahasa Jepang diperkaya dengan pengenalan langsung mengenai kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan di Jepang. Kehadiran mahasiswa dari Jepang juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan memperoleh informasi berdasarkan pengalaman nyata.

Pemaparan materi diawali dengan pengenalan Prefektur Fukuoka dan Kota Kitakyushu yang berada di wilayah Kyushu, Jepang. Hikari Inamoto dan Arisa Monji memperkenalkan kehidupan masyarakat, makanan khas, iklim, serta tempat wisata di daerah asal dan lingkungan mereka. Siswa diperkenalkan dengan kuliner khas, seperti ramen dan mentaiko dari Fukuoka serta yaki curry dari Kitakyushu. Selain itu, materi juga mencakup Kastel Kokura dan Kitakyushu Manga Museum sebagai contoh destinasi yang mempertemukan sejarah dan budaya populer Jepang.

Kedua mahasiswa memperkenalkan Kitakyushu University, termasuk fakultas dan program studi yang tersedia. Informasi mengenai kehidupan perkuliahan disampaikan melalui penjelasan tentang penyusunan jadwal kuliah, kegiatan organisasi mahasiswa, serta festival kampus Seiransai. Pengenalan ini memberikan gambaran kepada siswa mengenai lingkungan pendidikan tinggi di Jepang dan berbagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun minat di luar perkuliahan.

Materi juga membahas kehidupan siswa sekolah menengah atas di Jepang. Arisa Monji membagikan pengalamannya bersekolah di SMA Hokuchiku, Prefektur Fukuoka, sedangkan Hikari Inamoto memperkenalkan pengalaman bersekolah di SMA Takefu, Prefektur Fukui. Keduanya menjelaskan pengalaman memasuki SMA, mata pelajaran, jadwal belajar, waktu istirahat, serta kegiatan ekstrakurikuler atau bukatsu.

Selain kegiatan pembelajaran di kelas, siswa memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan sekolah di Jepang, seperti pekan olahraga atau taiikusai, festival budaya atau bunkasai, dan perjalanan studi atau shugaku ryokou. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa kehidupan sekolah di Jepang mencakup pembelajaran akademik, pengembangan minat, kerja sama, dan pengalaman belajar di luar kelas.

Melalui pengenalan kehidupan sekolah dan perguruan tinggi, siswa diajak memahami persamaan dan perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan Jepang. Informasi yang disampaikan juga diharapkan dapat memperluas wawasan siswa dalam merencanakan pendidikan setelah lulus SMA, termasuk mempersiapkan kemampuan bahasa dan akademik apabila ingin melanjutkan studi ke Jepang.

Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pengenalan bahasa, budaya, dan sistem pendidikan Jepang menjadi bentuk pengayaan pembelajaran yang mendukung perluasan wawasan serta penghargaan terhadap keragaman budaya. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Target 4.7 yang menekankan pentingnya pendidikan kewargaan global dan pemahaman terhadap keberagaman budaya.

Selain mendukung pendidikan berkualitas, kegiatan ini mencerminkan kontribusi terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi antara Prodi Sastra Jepang FIB USU, mahasiswa Kitakyushu University, dan SMA Swasta Sultan Iskandar Muda Medan mempertemukan pengalaman serta pengetahuan dari lingkungan pendidikan yang berbeda. Pertukaran pengalaman tersebut sejalan dengan semangat Target 17.16 mengenai penguatan kemitraan multipihak untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Keterlibatan empat mahasiswa Prodi Sastra Jepang FIB USU yang merupakan alumni sekolah mitra juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan komunitas sekolah. Kolaborasi ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi siswa sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Prodi Sastra Jepang FIB USU berharap pengenalan kehidupan masyarakat, sekolah, dan perguruan tinggi di Jepang dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Jepang serta memperluas aspirasi pendidikan siswa. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui pemanfaatan kerja sama akademik internasional untuk memperkaya pengalaman belajar di sekolah mitra.