home icon
search icon
menu icon

> Berita > Prodi Ilmu Sejarah FIB USU Menyelenggarakan Kuliah Tamu Dekolonisasi Indonesia Dan Vietnam

Prodi Ilmu Sejarah FIB USU Menyelenggarakan Kuliah Tamu Dekolonisasi Indonesia Dan Vietnam

Dipublikasi Pada

26 Februari 2026

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Prodi Ilmu Sejarah FIB USU  Menyelenggarakan Kuliah Tamu Dekolonisasi Indonesia Dan Vietnam
Thumbnail Prodi Ilmu Sejarah FIB USU Menyelenggarakan Kuliah Tamu Dekolonisasi Indonesia Dan Vietnam

 

 

facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU - Pada Kamis, 26 Februari 2026, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara berkolaborasi dengan University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University melaksanakan kegiatan Guest Lecture dengan judul Same Fate – Different Choice: Decolonization in Indonesia and Vietnam menghadirkan akademisi dari Vietnam National University, Assoc.Prof. Dr. Pham Van Thuy, di Ruang Rapat Senat Akademik Jl. Universitas No. 36 Kampus Padang Bulan USU.


Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah USU, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si., Ketua Senat Akademik USU sekaligus Guru Besar Sejarah USU, Prof. Budi Agustono, dosen-dosen Prodi Ilmu Sejarah FIB USU, akademisi FISIP USU serta mahasiswa Ilmu Sejarah Angkatan 2024 yang mengambil mata kuliah Sejarah Indonesia Kontemporer (1945-Sekarang).


Guest Lecture ini dimoderatori oleh dosen Prodi S1 Ilmu Sejarah FIB USU, Kiki Maulana Affandi, M.A. yang membuka acara dengan mengenalkan narasumber yang merupakan lulusan Leiden University dari program S1 hingga S3. Saat ini Dr. Pham Van Thuy adalah staf pengajar pada Program Sejarah, University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University dan terlibat banyak riset berkaitan dengan sejarah Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia. 


Prof. Budi Agustono dalam pengantarnya menjelaskan bahwa komparasi studi dalam melihat proses dekolonisasi di Vietnam dan Indonesia pasca Perang Dunia II memiliki perbedaan-perbedaan terutama warisan kolonialisme Belanda di Indonesia dan Perancis di Indo-China (Vietnam). 

 

Dr. Pham Van Thuy dalam materi kuliahnya menyampaikan bahwa proses dekolonisasi di Indonesia dan Vietnam setelah Perang Dunia II hingga 1960an memiliki sedikit kesamaan historis sebagai wilayah bekas jajahan serta mengambil pilihan politik dan strategi yang berbeda dalam mencapai kemerdekaan. Indonesia dan Vietnam memiliki latar kolonial dan pengalaman revolusi yang hampir sama, tetapi terdapat perbedaan ideologi, kepemimpinan politik dan strategi perjuangan sehingga menghasilkan proses dekolonisasi yang berbeda.


Kegiatan kuliah tamu ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi untuk memahami situasi sejarah Asia Tenggara terutama di Indonesia dan Vietnam pasca Perang Dunia II dalam proses dekolonisasi di wilayah bekas jajahan tersebut. 


Dengan adanya guest lecture ini, harapannya ke depan dapat terjalin kolaborasi internasional antara Universitas Sumatera Utara dengan Vietnam National University dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi seperti pertukaran pengajar, pertukaran mahasiswa internasional, joint research, dan kolaborasi konferensi internasional.

 

Berita