home icon
search icon
menu icon

> Berita > PKM-RSH USU Adakan Riset Mengenai Budaya Nias

PKM-RSH USU Adakan Riset Mengenai Budaya Nias

Dipublikasi Pada

30 September 2025

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

PKM-RSH USU Adakan Riset Mengenai Budaya Nias
Thumbnail PKM-RSH USU Adakan Riset Mengenai Budaya Nias

 

 


facebookinstagram

 

HUMAS FIB USU - Pada hari Jumat, 25 Juli – Rabu 6 Agustus 2025 Tim PKM-RSH Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan riset di desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan oleh Tim Fato yang beranggotakan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya USU.


Riset ini merupakan salah satu tahapan penting dalam PKM-RSH. Tim Fato merupakan salah satu tim PKM-RSH USU yang berhasil lolos pendanaan PKM 2025 yang berjudul “Eksplorasi Kecemasan Kematian dan Simbolisme dalam Tradisi Fangotome’ö Satua: Pendekatan Psikologi dan Semiotika sebagai Wujud Pelestarian Budaya”, Berikut nama-nama anggota:

 


1.    Firda Elisa (230701045, Sastra Indonesia, ketua tim)
2.    Raisa Irdina Shakila (230705014, Sastra Inggris, anggota)
3.    Septry Phosa Bu’ulolo (231301046 Psikologi, anggota)
4.    Moses Kriswanto Laowo (231301047, Psikologi, anggota)
 

 

 

 

 

Tradisi fangotome’ö satua merupakan sebuah tradisi yang berasal dari tanah Nias, berupa perjamuan terakhir kepada orang tua yang mendekati kematian, dilihat dari tanda-tanda fisik seperti kondisi kesehatan yang menurun maupun mengidap penyakit serius. Melalui kolaborasi dengan dua mahasiswa Psikologi Universitas Sumatera Utara, riset ini bertujuan untuk mengetahui rasa kecemasan yang dialami oleh subjek tradisi sekaligus mengeksplor simbol-simbol yang ditemukan di dalam tradisi berdasarkan kajian semiotika.

 


Riset ini berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya Nias, terutama tradisi kematian di Nias yang kini semakin jarang dipahami secara mendalam. Riset ini sekaligus mendorong generasi muda untuk melihat kembali tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dipertahankan. Riset ini harapannya mampu menjadi gerbang awal dalam riset-riset yang akan datang mengenai budaya Nias yang masih jarang dieksplor. 

 

 


 

Berita