Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
19 Februari 2025
Anita Kartika Pasaribu
HUMAS FIB USU - Pada hari Rabu, 19 Februari 2025, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara bersama Yayasan Initiative Rizal Ramli meluncurkan buku berjudul “Reformasi Kepagian Gerakan Mahasiswa 77/78 Medan, Sumatera Utara di Gedung T. Amin Ridwan FIB USU yang turut hadir Prof. Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A. (Wakil Rektor I USU ), Dr. Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.SP. (Wakil Rektor II USU), Dr. Romo H. Raden Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum.; (Wakil Menteri Agama), Prof. Dr. Drs. Budi Agustono, M.S. (Ketua Senat Akademik USU), Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A (Dekan FIB USU), Prof. Drs. Mauly Purba, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan I), Dra. Heristina Dewi, M.Pd.(Wakil Dekan II), Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D. (Wakil Dekan III), dr. Khaerulsyah Nasution, Sp.PD., dan Drs. Chatib Usman. (Penulis Buku Reformasi Kepagian), dr. Azwan Hakmi Lubis, Sp.A., M.Kes (Pelaku Sejarah/Ketua SMFKUSU 77/78), Jaenal Abidin, S.Sos.,M.A., Ph.D, Elfanda Ananda (Selaku Pembahas), Kiki Maulana Affandi, S.S., M.A (Moderator), Ketua Prodi & Sekretaris Prodi FIB, Kasubbag, Tendik, Humas dan Mahasiswa FIB USU.
Prof. Dr. Edy Ikhsan, SH., MA., (Wakil Rektor I USU) Menyampaikan kata sambutan mengungkapkan rasa terima kasih dan bahagianya, terutama kepada para penulis, atas peluncuran buku 'Reformasi Kepagian Gerakan Mahasiswa 77/78 Medan Sumatera Utara. "Peristiwa Gerakan Mahasiswa 77/78 salah satu perjalanan sejarah yang penting di mana banyak mahasiswa USU pada saat itu terlibat. Sehingga dengan hadirnya buku ini, banyak orang dapat mengetahui tentang Gerakan Mahasiswa 77/78 di Medan, Sumatera Utara. Sehingga dengan hadirnya buku ini, banyak orang dapat mengetahui tentang Gerakan Mahasiswa 77/78 di Medan, Sumatera Utara. “Kami sangat senang sekali Anda yang menuliskannya sebagai rekam jejak sejarah yang bisa kita baca secara Bersama,” ungkapnya.
“Para penulis buku Reformasi Kepagian Gerakan Mahasiswa 77/78 Medan, Sumatera Utara merupakan orang-orang pergerakan pada masanya yang di antara ialah dr. Khaerulsyah Nasution, Sp.PD., Drs. M. Chatib Usman, dan dr. Azwan Hakim Lubis, Sp.A. M. Kes”. Tutur WR 1
"Gerakan Mahasiswa merupakan hal yang bersifat alamiah untuk mengontrol kekuasaan yang tidak benar dan bertujuan menjaga prinsip demokrasi, menegakkan hukum, serta memastikan keadilan tanpa diskriminasi, hal itu merupakan keberhasilan sistem pendidikan. Maka dari itu, USU juga selalu menerima kritik mahasiswa, contohnya dalam bentuk aksi demokrasi."Ujar WR 1
“Sepanjang gerakan mahasiswa membawa satu atmosfer bagaimana prinsip-prinsip demokrasi itu dijalankan, saya pikir itu merupakan suatu hasil yang baik dari sebuah Pendidikan, sambungnya
Prof. Dr. Edy Ikhsan, SH., MA., sekali lagi mengapresiasi peluncuran buku yang mengangkat tentang heroisme para aktivis di tahun 77/78. Melalui buku tersebut, diharapkan dapat memetic Pelajaran berharga dari Gerakan Mahasiswa 77/78 tersebut. Beliau berharap kesadaran kritis untuk tetap menjaga keadilan dan demokrasi akan muncul pada para mahasiswa. “Munculnya kesadaran kritis dari mahasiswa untuk tetap menjaga keadilan untuk tetap menjaga demokrasi itu bisa berlaku,” harapnya.
Dr. Romo H. Raden Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., (Wakil Menteri Agama) menyampaikan sambutannya mengatakan sangat bahagiaannya dapat duduk bersama para mantan aktivis dan pelaku sejarah dalam acara ini juga menekankan bahwa gerakan mahasiswa selalu berakar pada keberanian anak muda dalam mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik mengingat perjuangan mahasiswa setiap zaman.
Beliau menegaskan informasi sosio-kultural dapat diraih melalui buku ini dan dapat menjadi sumber untuk melakukan perubahan.“Buku ini secara sosio-kultural, memberikan informasi kepada kita sebenarnya pada zaman masing-masing, kita harus terus melakukan perubahan-perubahan,” ungkapnya.
Dr. KH, Romo R. Muhammad Syafi’I, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa inti dari sebuah gerakan terletak pada tujuan akhirnya. Baik itu inisiatif murni maupun hasil dorongan eksternal, yang terpenting adalah gerakan tersebut bertujuan menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.
"Yang kita harapkan tentu saja perubahan untuk sebuah kebaikan. Yang penting gerakannya dan tujuan capainya itu benar-benar untuk sebuah kebaikan masa yang akan datang," tuturnya.
dr. Khaerulsyah Nasution, Sp.PD., (Penulis Buku Reformasi Kepagian), menjelaskan alasan di balik pemilihan judul Reformasi Kepagian. Menurutnya, gerakan mahasiswa pada periode tersebut tidak memiliki kesiapan matang karena menghadapi tekanan kuat dari pemerintah yang solid dan represif. Meski demikian, gerakan ini tidak serta-merta menghilang, melainkan menjadi fondasi bagi pergerakan mahasiswa tahun 1998 yang akhirnya berhasil melengserkan Soeharto bersama elemen masyarakat lainnya.
Pembedah buku yang juga pengajar S2 Ilmu Sejarah, Jaenal Abidin, S.Sos., M.A., Ph.D., memaparkan perspektif lebih luas mengenai gerakan mahasiswa dalam lingkup Asia. Ia menjelaskan perbedaan karakteristik antara gerakan mahasiswa di negara berkembang dan negara maju. Selain itu, ia menyoroti bagaimana gerakan mahasiswa di Indonesia saat ini tidak lagi berlandaskan ideologi yang kuat akibat berbagai faktor sosial dan politik. Namun, ia menegaskan bahwa mahasiswa tetap menjadi elemen masyarakat yang paling mudah diorganisir dibandingkan kelompok lain seperti petani, buruh, dan nelayan.
Dra. Lilla Pelita Hati, M.Si., (Ketua Program Studi S1 Ilmu Sejarah USU) mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia juga berharap agar mahasiswa Ilmu Sejarah dapat terus dilibatkan dalam berbagai diskusi ilmiah yang berkualitas di masa mendatang.