Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
29 Mei 2024
Triko Altanzir
HUMAS FIB USU - Rabu, 29 Mei 2024, Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pelatihan Gamelan dengan mengundang narasumber yang merupakan Dosen dari Program Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn.

Pelatihan diawali dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Etnomusikologi FIB USU Dra. Rithaony M.A. Beliau menyampaikan bahwa program studi Etnomusikologi sudah memiliki gamelan selama 13 tahun. "Bali adalah salah satu yang memiliki kekayaan musik tradisi nusantara yang sangat hebat. Pencetus Etnomusikologi, Jaap Kunst, salah satu penelitiannya adalah musik Gamelan Bali. Dunia juga sudah mengakui hal tersebut. Hampir setiap universitas dan sekolah memiliki Gamelan, baik Gamelan Jawa maupun Gamelan Bali. Dan ini digunakan untuk menjalin hubungan kerjasama," tutur Dra. Rithaony.
Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa mata kuliah Praktek Musik Nusantara yang membahas tentang gamelan bali dapat dikaitkan dengan RPS, secara kebetulan terdapat narasumber yang dapat dimanfaatkan keiilmuannya sehingga RPS dapat dipetakan kembali.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen program studi untuk melestarikan dan menghargai keberagaman budaya nusantara, khususnya Bali. Dekan berharap ini menjadi hal yang penting untuk mengedepankan pengajaran dan pelatihan. "Gamelan Bali tidak hanya seperangkat alat musik, tetapi merupakan gambaran cerminan budaya, kompleksitas sejarah, nilai unsur keagamaan, dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Bali. Jadi tidak hanya mempelajari alat musiknya, tetapi juga mengenai nilai budaya tersebut," tutur Prof. Thyrhaya.
Kegiatan ini pula merupakan Implementation Agreement (IA) antara FIB USU dengan ISI Denpasar. Dekan berharap pada tahun 2024 ini ada lagi kegiatan yang dapat diimplementasikan, serta kerjasama antar kedua belak pihak dapat terus berlanjut. "Semoga pelatihan ini menjadi awal yang baik untuk mendalami dan mengapresiasi kekayaan budaya nusantara, khususnya Bali. Ini juga merupakan kesempatan untuk membuka wawasan sebagai bahan penelitian skripsi ataupun nantinya menjadi anggota penelitian dosen-dosen," sambung Prof. Thyrhaya.
Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin S.Sos., M.Si. juga menginginkan program tahunan untuk program studi Etnomusikologi. Sehingga dapat lebih diperkenalkan keunikan, kekayaan USU di kancah negeri maupun luar negeri. Rektor juga berpesan setiap prodi harus memiliki keunggulan atau kecirian. Keunggulan tersebut dijadikan suatu produk yaitu inovasi yang dapat dijual ke dalam maupun luar negeri oleh Universitas.