> Berita > Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi FIB USU Gelar Pagelaran Teater Tradisional Batak Toba “Sibisuk”
Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi FIB USU Gelar Pagelaran Teater Tradisional Batak Toba “Sibisuk”
Dipublikasi Pada
10 Juni 2026
Dipublikasi Oleh
Anita Kartika Pasaribu
Thumbnail Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi FIB USU Gelar Pagelaran Teater Tradisional Batak Toba “Sibisuk”
Keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses produksi, akting, dan manajemen pertunjukan dan Integrasi nilai budaya, kearifan lokal, dan pembelajaran seni pertunjukan.
Pada hari Rabu, 10 Juni 2026 Program Studi S-1 Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan Pagelaran Teater Tradisional Suku Batak Toba bertajuk “Sibisuk” di Gedung Pagelaran FIB USU. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Project Based Learning (PBL) pada mata kuliah Praktik Teater Sumatera Utara, yang bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam memahami, mengelola, dan menampilkan seni pertunjukan tradisional secara komprehensif.
Pagelaran yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 12.00 WIB ini mendapat sambutan hangat dari dosen, mahasiswa, pemerhati budaya, serta tamu undangan yang hadir. Melalui pertunjukan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan akting dan artistik, tetapi juga memperlihatkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam teater tradisional Batak Toba.
Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian FIB USU. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya integrasi kebudayaan dalam proses pembelajaran akademik, terutama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan identitas budaya mahasiswa. Beliau juga memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam mengangkat seni tradisi ke dalam bentuk pertunjukan akademik yang bermakna.
dilanjut oleh Dra. Rithaony, M.A., selaku Ketua Program Studi, yang menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sarana penting dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang kreativitas, kerja sama tim, serta manajemen produksi seni pertunjukan. Beliau juga menekankan pentingnya pelestarian seni budaya lokal melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik.
Kegiatan ini dibimbing oleh Drs. Yoe Anto Ginting, M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah dan didampingi oleh praktisi teater Mukhlis Win Ariyoga, S.S. Kehadiran dosen dan praktisi tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih komprehensif dan aplikatif bagi mahasiswa dalam seni pertunjukan tradisional.
Dalam pagelaran ini, kisah “Sibisuk” diangkat sebagai representasi nilai-nilai kehidupan masyarakat Batak Toba yang sarat dengan pesan moral, kearifan lokal, serta hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui alur cerita yang kuat, dialog yang komunikatif, serta dukungan unsur musik dan artistik, pertunjukan ini berhasil menghadirkan suasana budaya Batak Toba yang autentik di hadapan penonton.
Selain berperan sebagai aktor, mahasiswa juga terlibat aktif dalam seluruh proses produksi, mulai dari penyusunan konsep, penulisan naskah, pengelolaan panggung, penataan artistik, tata musik, hingga promosi kegiatan. Pendekatan Project Based Learning ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pagelaran ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, serta manajemen produksi seni pertunjukan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam upaya pelestarian budaya daerah melalui pendekatan akademik dan seni.
Penampilan para mahasiswa Program Studi Etnomusikologi ini mendapat apresiasi positif dari para penonton. Dukungan tata panggung, kostum, tata cahaya, serta musik pengiring semakin memperkuat nuansa tradisional dalam pertunjukan “Sibisuk”.
Melalui penyelenggaraan Pagelaran Teater Tradisional Batak Toba “Sibisuk”, Program Studi Etnomusikologi FIB USU kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman.
Acara ditutup dengan sesi apresiasi dan foto bersama antara dosen, mahasiswa, serta seluruh tim produksi sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi dalam menyukseskan pagelaran tersebut.