Bahasa Mandarin - Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) Angkatan 2023 melaksanakan study tour ke Tjong A Fie Mansion, salah satu bangunan cagar budaya ikonik di Kota Medan, pada Selasa, 28 November 2023. Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai sejarah masyarakat Tionghoa di Sumatera Utara sekaligus mengenali kekayaan budaya dan nilai-nilai akulturasi yang berkembang di Kota Medan.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Melalui kunjungan ke Tjong A Fie Mansion, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung peninggalan sejarah, arsitektur, artefak, serta berbagai unsur budaya yang merefleksikan interaksi antara masyarakat Tionghoa dengan kebudayaan lokal.
Selama kunjungan, mahasiswa diajak berkeliling kawasan Tjong A Fie Mansion dengan didampingi pemandu sejarah profesional. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah bangunan, kehidupan dan kontribusi Tjong A Fie, serta perkembangan komunitas Tionghoa dalam perjalanan sejarah Kota Medan.
Mahasiswa juga melakukan observasi terhadap berbagai artefak dan elemen arsitektur yang terdapat di dalam bangunan. Ornamen khas Tiongkok serta perpaduan gaya arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa menjadi bagian penting yang diamati untuk memahami proses akulturasi budaya yang berlangsung di kawasan tersebut.
Selain observasi, mahasiswa menyimak pemaparan mengenai kiprah Tjong A Fie dalam kehidupan sosial dan perkembangan Kota Medan. Informasi tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai peran tokoh dan komunitas Tionghoa dalam membangun relasi sosial serta interaksi lintas budaya di Sumatera Utara.
Kegiatan study tour juga diisi dengan diskusi dan dokumentasi informasi oleh mahasiswa. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan mengamati, menganalisis, dan menghubungkan pengetahuan kebahasaan dengan konteks sejarah dan kebudayaan.
Pembelajaran di luar kelas ini menjadi bagian penting dalam membangun sensitivitas budaya mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin. Tidak hanya mempelajari bahasa, mahasiswa juga memperoleh pengalaman untuk memahami keberagaman budaya, sejarah masyarakat Tionghoa, serta dinamika akulturasi yang membentuk identitas budaya Kota Medan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa Angkatan 2023 dan para pendamping di pelataran utama Tjong A Fie Mansion.
Melalui study tour ini, mahasiswa diharapkan semakin mampu mengapresiasi warisan budaya, memahami keberagaman dan interaksi antarkelompok masyarakat, serta menjadikan pengalaman lapangan sebagai bagian dari pengembangan wawasan akademik. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pembelajaran Bahasa Mandarin yang tidak hanya berorientasi pada aspek kebahasaan, tetapi juga pada pemahaman sejarah, budaya, dan hubungan lintas budaya.