home icon
search icon
menu icon

> Berita > Kuliah Umum “Dance Movement Therapy (DMT): Memaknai Gerakan Kreatif dan Tari sebagai Media Terapi dan Diplomasi Budaya”

Kuliah Umum “Dance Movement Therapy (DMT): Memaknai Gerakan Kreatif dan Tari sebagai Media Terapi dan Diplomasi Budaya”

Dipublikasi Pada

26 September 2025

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Kuliah Umum “Dance Movement Therapy (DMT): Memaknai Gerakan Kreatif dan Tari sebagai Media Terapi dan Diplomasi Budaya”
Thumbnail Kuliah Umum “Dance Movement Therapy (DMT): Memaknai Gerakan Kreatif dan Tari sebagai Media Terapi dan Diplomasi Budaya”

 

 


facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU - Pada hari Jumat, 26 September 2025 Program Studi Magister (S2) Penciptaan dan Pengkajian Seni, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Dance Movement Therapy (DMT): Memaknai Gerakan Kreatif dan Tari sebagai Media Terapi dan Diplomasi Budaya”. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa dan sivitas akademika mengenai peran gerak kreatif dan seni tari dalam konteks terapi serta diplomasi budaya.

 

Kuliah umum ini dilaksanakan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, serta peserta dari berbagai latar belakang disiplin seni dan budaya. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif, mencerminkan tingginya minat peserta terhadap pendekatan interdisipliner antara seni, kesehatan, dan budaya.

 

Dalam pemaparan materi, narasumber menjelaskan konsep Dance Movement Therapy (DMT) sebagai pendekatan terapeutik yang memanfaatkan gerakan tubuh dan tari sebagai media untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, emosional, dan psikologis individu. DMT dipahami tidak hanya sebagai bentuk ekspresi artistik, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri, komunikasi nonverbal, serta pemulihan yang berakar pada kesadaran tubuh dan pengalaman gerak.

 

Selain aspek terapi, kuliah umum ini juga mengulas peran tari dan gerakan kreatif sebagai medium diplomasi budaya. Seni tari dipandang mampu menjembatani perbedaan budaya, memperkuat identitas, serta menjadi bahasa universal yang dapat menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Melalui perspektif ini, DMT tidak hanya berkontribusi pada ranah kesehatan, tetapi juga pada penguatan relasi antarbudaya.

 

Ketua prodi Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini sejalan dengan visi keilmuan program studi yang mendorong pengembangan seni berbasis riset, refleksi kritis, dan praktik kreatif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap potensi seni sebagai medium multidimensional yang berperan dalam kehidupan sosial, budaya, dan kemanusiaan.

 

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat. Kuliah umum “Dance Movement Therapy (DMT)” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk mengembangkan kajian dan praktik seni yang inovatif, kontekstual, serta berdampak luas.

 

 

Berita