home icon
search icon
menu icon

> Berita > Kuliah Tamu “Unravelling Enggano Socio-ethno-linguistics: A Window to the Complexity of Indonesian Linguistic Ecology"

Kuliah Tamu “Unravelling Enggano Socio-ethno-linguistics: A Window to the Complexity of Indonesian Linguistic Ecology"

Dipublikasi Pada

02 April 2024

Dipublikasi Oleh

Triko Altanzir

Kuliah Tamu “Unravelling Enggano Socio-ethno-linguistics: A Window to the Complexity of Indonesian Linguistic Ecology"
Thumbnail Kuliah Tamu “Unravelling Enggano Socio-ethno-linguistics: A Window to the Complexity of Indonesian Linguistic Ecology"

Dari pembicaraan tentang Bahasa, kehidupan, dan budaya di Kepulauan Enggano ini memberikan wawasan yang sangat mendalam bagi mahasiswa S-2 dan S-3 Linguistik bagaimana bisa memperoleh proyek besar dengan kaitan Bahasa dan budaya di sebuah pulau terpencil yang ada di Indonesia.

 

facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU - Pada hari Selasa, 2 April 2024, Program Studi S-2 dan S-3 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Kuliah Tamu “Unravelling Enggano Socio-ethno-linguistics: A Window to the Complexity of Indonesian Linguistic Ecology". Kuliah Tamu ini turut mengundang narasumber Prof. I Wayan Arka, yang merupakan dosen di Universitas Udayana dan juga di Australian National University. Moderator pada Kuliah Tamu ini adalah Dr. Tasnim Lubis, S.Pd.I., M.Hum.

 

 

Prof.I Wayan Arka adalah linguis Indonesia yang bereputasi dunia. Tulisannya diterbitkan, antara lain, oleh John Benjamins, De Gruyer Mouton, Standford, dan Oxford University Press. Dia pernah menjadi dosen tamu, antara lain, di Tokyo University of Foreign Studies, di University of Cologne, dan di Leiden University. Sekarang ini Beliau fokus meneliti bahasa di Pulau Enggano yg didanai oleh lembaga asing.

 

Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia. Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan Enggano.

 

Kuliah Tamu ini membicarakan tentang satu proyek besar yang didanai asing tentang kehidupan Bahasa di Kepulauan Enggano di Blitung. Materi ini menjadi platform yang berharga bagi para peserta untuk mendalami berbagai aspek kehidupan, Bahasa, dan budaya di kepulauan Enggano. Dari pembicaraan tentang Bahasa, kehidupan, dan budaya di Kepulauan Enggano ini memberikan wawasan yang sangat mendalam bagi mahasiswa S-2 dan S-3 Linguistik bagaimana bisa memperoleh proyek besar dengan kaitan Bahasa dan budaya di sebuah pulau terpencil yang ada di Indonesia. Kuliah Tamu ini telah menyajikan beragam wawasan yang mendalam.

 

Salah satu poin utama dari Kuliah Tamu ini adalah yang dibahas adalah pentingnya pemilihan lokasi kehidupan Masyarakat tertinggal yang dekat dengan kehidupan dan kebahasaan kita, bahkan bisa jadi ternyata dia ada seolah-olah di belakang rumah kita. Jangan biarkan tangan asing yang menjamah kepulauan terdekat kita. Kita yang harus peduli dan mempelajari tempat itu. Bagaimana kita memulai merambah sebuah proyek besar dengan inti penelitian Bahasa dan budaya, dimulai dengan penetapan metodologi yang tepat dalam penelitian Bahasa dan budaya di sebuah pulau terpencil. Peserta diajak untuk mempertimbangkan kecocokan antara materi penelitian dengan pendanaan yang tersedia dan menghasilkan proyek-proyek besar lainnya di Kawasan Indonesia.

 

Berita