home icon
search icon
menu icon

> Berita > Kuliah Tamu Analisis Wacana FIB USU Bahas Praktik Berbahasa Perempuan Batak Toba di TikTok

Kuliah Tamu Analisis Wacana FIB USU Bahas Praktik Berbahasa Perempuan Batak Toba di TikTok

Dipublikasi Pada

17 April 2026

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Kuliah Tamu Analisis Wacana FIB USU Bahas Praktik Berbahasa Perempuan Batak Toba di TikTok
Thumbnail Kuliah Tamu Analisis Wacana FIB USU Bahas Praktik Berbahasa Perempuan Batak Toba di TikTok

 

 

 


facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU - Pada Jumat, 17 April 2026 Prodi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu pada mata kuliah Analisis Wacana dengan mengangkat topik “Praktik Berbahasa Perempuan Bersuku Batak Toba di TikTok: Antara Identitas, Gaya, dan Audiens.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat FIB USU.

 

 

 

 

Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan FIB USU, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan akademik berbasis isu-isu kontemporer. 


Selain itu, hadir pula Drs. Warisman Sinaga, M.Hum. selaku pengampu mata kuliah, Dr. Halimatussakdiah, S.S., M.Si. sebagai moderator, serta mahasiswa Program Studi Sastra Batak FIB USU yang mengikuti kegiatan dengan antusias.


Kuliah tamu ini menghadirkan Narasumber Dr. Vivi Novalia Sitinjak, S.S., M.Hum. yang membahas secara mendalam fenomena penggunaan bahasa oleh perempuan Batak Toba di platform TikTok. Diskusi menyoroti bagaimana bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas, ekspresi gaya, serta strategi dalam menjangkau audiens di ruang digital.


Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa praktik berbahasa di media sosial seperti TikTok menunjukkan adanya dinamika antara pelestarian identitas etnis dan adaptasi terhadap tren global. Perempuan Batak Toba, melalui konten-konten yang mereka produksi, tidak hanya mempertahankan unsur kebahasaan lokal, tetapi juga mengombinasikannya dengan gaya bahasa modern yang lebih fleksibel dan komunikatif.


Diskusi yang dipandu oleh moderator berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari mahasiswa terkait fenomena bahasa, identitas, serta pengaruh media sosial terhadap perubahan wacana kebahasaan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasan mengenai kajian analisis wacana, khususnya dalam konteks media digital dan budaya lokal, serta mampu mengaitkan teori dengan fenomena nyata di masyarakat. Kuliah tamu ini juga menjadi bagian dari upaya FIB USU dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
 

Berita