Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
10 April 2026
Anita Kartika Pasaribu
HUMAS FIB USU - Pada Jum’at, 10 April 2026, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan Guest Lecture “Reactivation of Indonesian Archives in the Netherlands”. Kuliah ini dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting menghadirkan arsiparis dari International Institute of Social History (IISH) Amsterdam, Belanda, yaitu Dr. Rika Theo.
Guest Lecture ini dipandu oleh Staf Pengajar Ilmu Sejarah USU yang juga sebagai dosen pengampu mata kuliah Bahasa Sumber, yaitu Junaidi, M.A. Kuliah ini diberi pengantar oleh Ketua Senat Akademik Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Budi Agustono, M.S., dimana ia menyampaikan bahwa pembicara adalah salah satu arsiparis Indonesia yang mendedikasikan dirinya di Belanda untuk menyelamatkan dan menyelami arsip-arsip Indonesia yang belum banyak ditelusuri, terutama arsip-arsip kekerasan politik dan pelanggaran hukum.
Junaidi menerangkan topik bahasan, Reaktivasi Arsip Indonesia di Belanda, sangat penting dan relevan, terutama dalam memahami pembelajaran Bahasa Belanda sebagai Bahasa Sumber dan Kearsipan. Dengan kompetensi yang ibu Dr. Rika Theo miliki, tentunya dapat memberikan pemahaman mendalam untuk para mahasiswa di Program Studi Ilmu Sejarah. Dr. Rika Theo juga banyak memiliki keahlian lain seperti: Kearsipan, Studi Informasi, Kurasi Digital, International Mobility and Development, Jurnalisme, Media Analisis, dan Storytelling. Berbagai pengalaman dan penelitian sudah banyak ia lakoni, dan karya-karya beliau banyak ditemukan di Surat Kabar, Jurnal, dan Buku.
Dr. Rika Theo memaparkan materi kuliahnya dengan memberikan informasi terkait lembaga-lembaga pengelola arsip di Belanda, dan dimana saja arsip Indonesia tersimpan. Selanjutnya ia memberikan cara-cara mengakses arsip tersebut, baik secara langsung, maupun dengan penelusuran online untuk arsip yang sudah didigitalisasi. Dr. Rika Theo mengajak mahasiswa agar peduli dengan arsip, karena banyak sekali informasi tentang Indonesia yang sampai hari ini masih terkubur dan belum diungkap. Dr. Rika Theo menyebut aktifitas ini sebagai ‘menghidupkan suara-suara dari arsip dalam senyap’. Dr. Rika Theo mengatakan ia sangat terbuka jika ke depan ada mahasiswa Ilmu Sejarah USU yang ingin menelusuri arsip ke Belanda, ia bisa membantu sebisa mungkin.
Kuliah tamu ini tentu banyak memberi manfaat bagi mahasiswa-mahasiswi Ilmu Sejarah, terkhusus mengenal arsip dan pengolahannya, agar informasi yang selama ini ‘senyap’ dan terlupakan di kertas tua tersebut dapat diketahui oleh banyak pihak. Dengan itu, mahasiswa diharapkan aware dalam memanfaatkan sumber arsip. Agar penggalian informasi sejarah lebih banyak lagi dilakukan dan dapat dipahami lebih luas.
Ke depan diharapkan dapat terjalin kolaborasi akademik, sehingga mahasiswa sejarah yang akan penelitian arsip dapat memanfaatkan informasi-informasi dari Ibu Dr. Rika terkait arsip-arsip di Belanda yang dapat dimanfaatkan dan di akses dengan mudah.
