HUMAS FIB USU - Pada 21–26 September 2026 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Summer Course FIB USU 2026 bertajuk “North Sumatra Cultural Heritage: Documentation and Fostering Sustainability”. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan mengenai kebudayaan, masyarakat, serta warisan budaya Sumatera Utara dengan pendekatan dokumentasi dan pelestarian berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 September 2026, dengan berbagai agenda yang dilaksanakan di FIB USU, Grandhika Hotel, serta sejumlah lokasi warisan budaya di Pulau Samosir. Kegiatan diikuti melalui rangkaian kuliah, praktik dokumentasi, field trip, presentasi proyek peserta, hingga kegiatan penutupan dan pemberian sertifikat.
Kegiatan resmi dibuka pada Selasa, 22 September 2026, di Gedung Serbaguna FIB USU. Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa FIB USU, sambutan Ketua Panitia Summer Course Dr. Tasnim Lubis, S.Pd.I., M.Hum., serta sambutan Dekan FIB USU Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D. Pembukaan juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T.
Memasuki sesi akademik, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai kebudayaan dan warisan budaya Sumatera Utara. Prof. Dr. Drs. Budi Agustono, M.S. menyampaikan materi “North Sumatra: Culture, People and Heritage”, dilanjutkan dengan materi “Beyond Records: Sustainable Documentation of Cultural Heritage” oleh Prof. Dr. Stefanie Shamila Pillai dari Universiti Malaya, Malaysia.
Materi lainnya membahas dokumentasi dan pelestarian manuskrip Jawi di Thailand Selatan, digitalisasi bahasa dan warisan budaya, literasi visual dan identitas budaya, sejarah Deli, artefak digital sebagai jembatan antarbudaya, serta tradisi lisan dan kearifan lokal Toba Batak. Narasumber berasal dari berbagai institusi, termasuk Prince of Songkla University, Institut Teknologi Bandung, University of the Philippines Cebu, dan FIB USU.
Salah satu agenda utama berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 melalui field trip dan praktik dokumentasi di Pulau Samosir. Peserta melakukan kunjungan ke kawasan Huta Siallagan, yang merupakan permukiman tradisional Batak, serta makam Raja-Raja Siallagan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami, mengamati, dan mendokumentasikan warisan budaya di lapangan.
Selain kegiatan lapangan, peserta juga mengikuti pelatihan dokumentasi aset takbenda melalui materi “Documentation Training on Intangible Asset (Documenting Ethnomusicology through Ethnographic Film: The Case of ‘Gordang Tano: Bunyi dari Bumi’)”. Peserta kemudian melakukan praktik dokumentasi melalui pertunjukan Tari Mak Inang Pulau Kampai dan Tari Batak Toba.
Rangkaian Summer Course ditutup pada Sabtu, 26 September 2026 melalui presentasi proyek peserta dan penayangan hasil dokumentasi. Pada sesi tersebut juga diumumkan peserta dengan video dokumentasi pendek terbaik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara penutupan dan penyerahan sertifikat kepada peserta.
Melalui Summer Course 2026, FIB USU mendorong penguatan pengetahuan lintas budaya, pemanfaatan teknologi digital dalam dokumentasi, serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya. Kolaborasi dengan akademisi dan institusi dari Indonesia maupun mancanegara juga memperkuat jejaring kerja sama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan pelestarian warisan budaya.