facebookinstagram

HUMAS FIB USU - Pada hari Jumat 07 November 2025, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara mengadakan Gelar Seni yang mengangkat tema Tribut untuk Ismail Marzuki untuk memperingati hari pahlawan sekaligus juga menggugah kesadaran para mahasiswa dalam menghargai dan mengadopsi semangat juang para pahlawan.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis, 6 November – Jumat, 7 November 2025. Pada Kamis, 6 November, telah dilaksanakan perlombaan pembacaan puisi. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh penampilan musik, puisi, dan tarian bertema Pahlawan yang dibawakan oleh mahasiswa, tenaga kependidikan, serta dosen FIB USU. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Musikal Lebah Begantong yang tampil di Pendopo FIB USU.

Prof. Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A. selaku Dekan FIB USU membuka secara resmi kegiatan Gelar Seni tersebut dengan meriah dan penuh antusiasme, karena kegiatan ini dapat mengingatkan mahasiswa akan perjuangan para pahlawan yang telah gugur.

Prof. Dr. Edy Ikhsan, SH., MA. (Wakil Rektor 1 USU) juga turut tampil membacakan puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini” karya Taufiq Ismail, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk penguatan karakter kebangsaan di lingkungan kampus.

“Dalam rapat perencanaan saya sempat bertanya, kenapa dari sekian banyak pahlawan nasional, harus Ismail Marzuki yang dibuat tributnya? Ternyata karena beliau meninggal dalam usia muda, belum sampai 50 tahun, tapi meninggalkan karya yang begitu melekat di hati masyarakat,” tutur WR 1 USU.

Sebagai dosen Bahasa Belanda yang juga mengajar studi sejarah, Wakil Rektor 1 USU menilai kegiatan seni seperti ini penting untuk menumbuhkan kepekaan dan semangat nasionalisme mahasiswa.

“Pentas seni semacam ini bisa menjadi ruang pengembangan karakter. Lewat musik dan puisi, mahasiswa bisa belajar nilai perjuangan, semangat, dan kebersamaan,” tuturnya

Dr. Zulfan, S.S., M.Hum selaku ketua panitia menuturkan bahwa Gelar Seni bukanlah kegiatan yang baru di lingkungan fakultas. Sebelumnya, kegiatan ini biasanya diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Sejarah. Namun, tahun ini pihak fakultas mengambil inisiatif untuk melaksanakannya di tingkat fakultas agar seluruh program studi dapat berpartisipasi dan menampilkan kreativitas masing-masing.

“Kalau tahun lalu masih tingkat HMJ, sekarang kita buat tingkat fakultas supaya semua bisa merasakan dan berpartisipasi lintas prodi. Ada yang tampil membacakan puisi, ada yang menari, dan semuanya menunjukkan semangat kebersamaan,” tuturnya.

Pemilihan Ismail Marzuki sebagai tokoh utama dalam tema Gelar Seni tahun ini memiliki makna tersendiri. Ismail Marzuki merupakan salah satu pahlawan yang berjuang melalui karya seni. “Beliau memang tidak mengangkat senjata, tetapi melalui syair-syair ciptaannya, beliau membangkitkan semangat nasionalisme,” ujarnya.