> Berita > Ethno Culture Fest 2026 FIB USU Tampilkan Kekayaan Seni Tradisi Nusantara
Ethno Culture Fest 2026 FIB USU Tampilkan Kekayaan Seni Tradisi Nusantara
Dipublikasi Pada
25 Mei 2026
Dipublikasi Oleh
Anita Kartika Pasaribu
Thumbnail Ethno Culture Fest 2026 FIB USU Tampilkan Kekayaan Seni Tradisi Nusantara
Ethno Culture Fest 2026 menjadi wadah pelestarian dan apresiasi budaya yang memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi serta kearifan lokal Nusantara.
Pada hari Senin–Selasa, 25–26 Mei 2026 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan Ethno Culture Fest 2026, di Lapangan Parkir FIB USU. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi dan pelestarian budaya yang menampilkan beragam pertunjukan tari tradisional, musik tradisional, serta penampilan spesial dari mahasiswa Program Studi Etnomusikologi FIB USU.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya menegaskan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan warisan yang sangat berharga dan harus terus dijaga, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi mendatang. Beliau juga mengapresiasi seluruh panitia, dosen, dan mahasiswa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Ethno Culture Fest 2026.
Dra. Rithaony, M.A., selaku Ketua Program Studi juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini menyampaikan bahwa festival budaya merupakan sarana penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap kekayaan budaya bangsa sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian seni tradisi di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini juga didukung oleh Hubari Gulo, S.Sn., M.Sn., selaku dosen pengampu kegiatan, yang menekankan bahwa Ethno Culture Fest tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik melalui karya dan ekspresi budaya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian FIB USU, serta Ely Hayati Nasution, S.S., M.Si., CIT, Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, SDM, dan Infrastruktur Akademik. Kegiatan juga dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, tamu undangan, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya USU.
Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan budaya yang merepresentasikan keragaman seni tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan tari tradisional yang ditampilkan mahasiswa berhasil memukau para penonton melalui keunikan gerak, kostum, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap pertunjukan.
Selain pertunjukan tari, berbagai kelompok musik tradisional turut memeriahkan acara dengan membawakan komposisi musik yang menampilkan kekayaan instrumen dan musikalitas Nusantara. Harmoni alat musik tradisional yang dipadukan dengan kreativitas generasi muda menciptakan suasana yang semarak sekaligus edukatif bagi seluruh pengunjung.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah penampilan spesial dari mahasiswa Program Studi Etnomusikologi FIB USU yang berhasil memukau penonton melalui sajian musik tradisional yang dikemas secara inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai autentik budaya. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa seni tradisi tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ethno Culture Fest 2026 tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wahana edukasi budaya yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, seniman, dan masyarakat dalam semangat pelestarian warisan budaya bangsa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Ilmu Budaya USU dalam mendukung pengembangan seni, budaya, dan kreativitas mahasiswa sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui penyelenggaraan Ethno Culture Fest 2026, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya USU akan terus mendorong berbagai kegiatan akademik dan nonakademik yang berorientasi pada penguatan identitas budaya dan pelestarian kearifan lokal.
Kegiatan ditutup dengan penampilan kolaboratif seluruh peserta dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan, apresiasi budaya, serta komitmen bersama dalam melestarikan kekayaan budaya Nusantara untuk generasi masa depan.