Masa depan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh cerita, tradisi, dan kearifan lokal yang memberi makna pada setiap destinasi. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan webinar Batak Literature Series bertajuk "Pengembangan Geotourism di Kaldera Toba Berbasis Budaya." Kegiatan ini mengajak mahasiswa, akademisi, dan masyarakat untuk melihat bagaimana budaya dapat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas kawasan Kaldera Toba.
Webinar menghadirkan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara sekaligus Ketua ATL Sumatera Utara dan Ketua Forum Antropolinguistik Indonesia, serta Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, sebagai narasumber. Dipandu oleh Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum., diskusi berlangsung interaktif dengan membahas pentingnya kearifan lokal, tradisi masyarakat, dan peran aktif komunitas dalam membangun Kaldera Toba sebagai salah satu destinasi geowisata unggulan Indonesia yang memiliki nilai budaya yang kuat.
Lebih dari sekadar forum akademik, kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, penelitian, dan masyarakat, Program Studi Sastra Batak terus mendorong generasi muda untuk memandang budaya bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inovasi, kreativitas, dan pembangunan berkelanjutan. Sebab, ketika budaya dirawat dan diperkenalkan kepada dunia, setiap destinasi tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga menghadirkan kisah yang layak untuk dikenal dan diwariskan.