Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) menyelenggarakan Aotake Matsuri 2024 pada 26–27 Oktober 2024. Festival kebudayaan Jepang tersebut mengangkat tema “色づく世界 (Irozuku Sekai)” yang berarti “Dunia yang Penuh Warna” dengan subtema “To Create a Colorful World in the Future” atau “Untuk Menciptakan Dunia yang Penuh Warna di Masa Depan”.

Aotake Matsuri 2024 menjadi salah satu kegiatan yang memperkenalkan dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai budaya Jepang melalui berbagai aktivitas. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal nilai, tradisi, serta seni budaya Jepang secara lebih dekat. Berbagai kegiatan seperti perlombaan, pameran, dan pertunjukan budaya menjadi bagian dari rangkaian festival tersebut.

Penyelenggaraan Aotake Matsuri juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap berbagai bentuk budaya Jepang, mulai dari anime, manga, musik, hingga kuliner. Melalui festival ini, Program Studi Sastra Jepang FIB USU memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan masyarakat, khususnya di Kota Medan, untuk mempelajari dan mengapresiasi budaya Jepang secara langsung.

Rangkaian kegiatan turut menghadirkan berbagai pertunjukan yang memperkenalkan budaya Jepang dan budaya Indonesia. Konsul Jenderal Jepang di Medan, Takonai Susumu, beserta istri menghadiri pembukaan Aotake Matsuri pada 26 Oktober 2024. Dalam kesempatan tersebut, Konsul Jenderal Jepang turut memberikan sambutan dan menyaksikan sejumlah pertunjukan, di antaranya tari tradisional Melayu, Kendo, Yosakoi, serta parade Omikoshi.

Selain pertunjukan budaya, festival juga menghadirkan berbagai perlombaan dan area pameran yang dapat diikuti serta dikunjungi oleh peserta dan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai rangkaian kegiatan menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Aotake Matsuri karena memberikan pengalaman dalam mengelola kegiatan, berorganisasi, serta memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat.

Aotake Matsuri 2024 juga menjadi ruang pertemuan antara budaya Jepang dan budaya Indonesia. Meskipun mengangkat kebudayaan Jepang sebagai fokus utama, sejumlah kegiatan turut memadukan unsur budaya Indonesia. Hal tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal budaya Jepang sekaligus tetap menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran pengunjung yang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Berbagai pertunjukan, perlombaan, dan bazar yang tersedia menjadikan festival sebagai ruang interaksi budaya yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara lebih luas. Sumber pemberitaan Suara USU mencatat bahwa Aotake Matsuri 2024 dihadiri oleh lebih dari 5.000 pengunjung dalam satu hari.

Penyelenggaraan Aotake Matsuri 2024 juga memperlihatkan peran mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB USU dalam mengembangkan kegiatan kebudayaan. Kepanitiaan melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan yang berkontribusi dalam mempersiapkan dan menjalankan rangkaian kegiatan. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman organisasi sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang perkuliahan.

Melalui Aotake Matsuri 2024, Program Studi Sastra Jepang FIB USU turut memperkuat peran perguruan tinggi dalam memperkenalkan dan mengembangkan pemahaman mengenai budaya Jepang kepada masyarakat. Kehadiran berbagai unsur budaya dalam festival juga membuka ruang interaksi antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan Jepang.

Aotake Matsuri 2024 menjadi salah satu bentuk kegiatan kebudayaan yang mempertemukan unsur pendidikan, kreativitas, dan interaksi budaya. Melalui tema “Irozuku Sekai” atau “Dunia yang Penuh Warna”, kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal budaya Jepang sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang.