home icon
search icon
menu icon

> Berita > Sharing Session With Prof. Jin Ho Shim on (Silla University) "Global Onfluences of K-Pop and K-Culture"

Sharing Session With Prof. Jin Ho Shim on (Silla University) "Global Onfluences of K-Pop and K-Culture"

Dipublikasi Pada

23 Januari 2026

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Sharing Session With Prof. Jin Ho Shim on (Silla University) "Global Onfluences of K-Pop and K-Culture"
Thumbnail Sharing Session With Prof. Jin Ho Shim on (Silla University) "Global Onfluences of K-Pop and K-Culture"

 

 

 

facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU -  Pada hari Jumat, 23 Januari 2026 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Program Magister Kajian dan Penciptaan Seni menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bersama Prof. Jin Ho Shim dari Silla University, Korea Selatan dengan tema “Global Influences of K-Pop and K-Culture” diselenggarakan di Ruang Rapat Fakultas Ilmu Budaya USU.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas Ketua dan Sekretaris Program Studi (Prof. Dr. Ikhwanuddin, M.Hum., dan Drs. Torang Naiborhu, M.Hum.), dosen, serta mahasiswa Program Magister Kajian dan Penciptaan Seni dan Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya USU. Turut hadir pula Ketua Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (UNIMED), Dr. Heni Komalasari, M.Pd., beserta dosen dan mahasiswa UNIMED, yang memberikan perspektif lintas institusi dalam diskusi.

 

 

Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A. Dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya dalam pengembangan kajian seni dan budaya di era global.

 

Sesi diskusi dimoderatori oleh Prof. Mauly Purba, M.A., Ph.D., yang memandu jalannya diskusi secara dinamis dan interaktif.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Jin Ho Shim menjelaskan bahwa K-pop terus mengalami perkembangan melalui kemunculan grup-grup baru, keberagaman gaya musik, serta strategi industri kreatif yang adaptif terhadap pasar global. Ia menyampaikan bahwa K-pop berperan penting sebagai agen utama dalam penyebaran K-culture atau Korean Wave ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Tren K-pop saat ini, menurutnya, tidak hanya terbatas pada musik, tetapi juga merambah ke gaya hidup, fesyen, film, dan media digital.

 

Lebih lanjut, Prof. Jin Ho Shim menguraikan bagaimana K-pop mampu menembus batas geografis, mendominasi tangga musik internasional, serta memengaruhi produksi musik dan video musik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia juga menyoroti peran media sosial dan konektivitas global yang mempercepat penyebaran K-pop, memungkinkan para idol berinteraksi langsung dengan penggemar, sekaligus meningkatkan minat terhadap bahasa Korea dan budaya populer Korea. Melalui grup idol seperti BTS dan BLACKPINK, K-pop dinilai menjadi media yang efektif dalam mempromosikan bahasa Korea, kuliner, serta produk kecantikan Korea Selatan.

 

Salah satu contoh yang dibahas dalam sesi ini adalah kesuksesan film animasi Netflix K-Pop Demon Hunters, yang menunjukkan kemampuan adaptasi K-culture lintas genre dan budaya.

 

Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab, di mana pembahasan berkembang ke berbagai topik, seperti industri musik K-pop, isu globalisasi budaya, tantangan pelestarian identitas lokal, pengaruh budaya musik Barat pascaperang Korea, gaya tari Barat berenergi tinggi, serta peluang kolaborasi seni internasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif serta jejaring akademik yang semakin kuat guna mendukung pengembangan kajian seni dan budaya dalam konteks global.

 

 

Berita