Dosen Ilmu Sejarah FIB USU Jadi Pembicara Seminar Internasional di Unhas
BeritaPelepasan Mahasiswa Sastra Melayu untuk Penelitian dan Pengabdian di Desa Pahang
BeritaFIB USU Laksanakan Apel Pagi Perdana Pascapelantikan Pimpinan Baru
19 Januari 2026
Anita Kartika Pasaribu
HUMAS FIB USU - Pada Senin, 19 Januari 2026 Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Public Lecture dengan tema: “Acehnese Historical Consciousness: A Critical View on Aceh–Ottoman Relations through a Letter” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Akademik Universitas Sumatera Utara.
Kegiatan ini turut hadir Prof. Dr. Budi Agustono USU sebagai Pengantar (Introduction), Ketua dan sekretaris prodi, dosen dan mahasiswa/i prodi ilmu sejarah FIB USU. Juga Assoc. Prof. Dr. Mehmet Özay ISTAC–IIUM (International Institute of Islamic Thought and Civilization) sebagai Pembicara (Speaker) yang di Moderator Lestari Dara Cinta, S.S., M.A. dosen Ilmu Sejarah FIB USU.
Kajian sejarah Aceh memiliki posisi penting dalam memahami dinamika sejarah Indonesia dan dunia Islam, khususnya dalam konteks hubungan transregional antara Kesultanan Aceh dan Kesultanan Ottoman. Hubungan tersebut tidak hanya mencerminkan diplomasi politik dan militer, tetapi juga menunjukkan kesadaran historis (historical consciousness) masyarakat Aceh sebagai bagian dari dunia Islam global.
Salah satu sumber penting dalam memahami relasi Aceh–Ottoman adalah surat-surat diplomatik yang merekam komunikasi, kepentingan, dan pandangan politik kedua belah pihak. Surat-surat tersebut tidak hanya bernilai sebagai dokumen sejarah, tetapi juga sebagai medium untuk membaca bagaimana identitas, legitimasi kekuasaan, dan solidaritas keislaman dibangun dan dinegosiasikan.
Melalui kegiatan Public Lecture ini, mahasiswa, dosen, dan masyarakat akademik diajak untuk melihat kembali sejarah Aceh–Ottoman secara kritis melalui pendekatan historiografi dan analisis sumber primer. Kehadiran narasumber internasional yang kompeten di bidang kajian Islam dan sejarah Ottoman diharapkan dapat memperkaya perspektif dan membuka ruang diskusi akademik lintas disiplin.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi akademik dan penguatan jejaring keilmuan antara Universitas Sumatera Utara (USU) dengan institusi akademik internasional.
Public Lecture ini diharapkan menjadi ruang dialog ilmiah yang produktif dalam memperkaya kajian sejarah Aceh dan dunia Islam.
.png)
Melalui pendekatan kritis terhadap sumber sejarah, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran historis yang reflektif, khususnya di kalangan mahasiswa dan civitas academica Universitas Sumatera Utara.