home icon
search icon
menu icon

> Berita > Guest Lecture Prodi Ilmu Sejarah Bertajuk Diplomatic Relation Timor Leste And Indonesia

Guest Lecture Prodi Ilmu Sejarah Bertajuk Diplomatic Relation Timor Leste And Indonesia

Dipublikasi Pada

06 Maret 2026

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Guest Lecture Prodi Ilmu Sejarah Bertajuk Diplomatic Relation Timor Leste And Indonesia
Thumbnail Guest Lecture Prodi Ilmu Sejarah Bertajuk Diplomatic Relation Timor Leste And Indonesia

 

facebookinstagram

 

 

HUMAS FIB USU - Pada Jum’at, 06 Maret 2026, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan Guest Lecture “Diplomatic Relation: Between Timor Leste – Indonesia. Kuliah ini dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting menghadirkan akademisi dari Departemen Hubungan Internasional University of Dili, Timor Leste yaitu Edegar da Conceição Savio, M.A., Ph.D. 

 


Guest Lecture ini dibuka oleh Dosen Pengampu mata kuliah Sejarah Indonesia Kontemporer (1945-Sekarang) sekaligus Ketua Senat Akademik Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Budi Agustono, M.S. Dalam pengantarnya Prof. Budi Agustono menyampaikan bahwa Indonesia dan Timor Leste berbagi memori kolektif yang sama dalam 30 tahun relasi politik yang meskipun juga terjadi persoalan Hak Asasi Manusia hingga proses kemerdekaan Timor Leste pada tahun 2000an. 

 


Kuliah ini dipandu oleh Staf Pengajar Ilmu Sejarah USU, Kiki Maulana Affandi, M.A. Kiki Maulana menerangkan bahwa Edegar da Conceição Savio, M.A., Ph.D., merupakan lulusan Leiden University yang menyelesaikan disertasi bertajuk Sosiolinguistik Bahasa Fataluku di Lautém, Timor Lorossao. Narasumber telah berpengalaman malang-melintang di berbagai institusi dan lama tinggal di Indonesia berkuliah di Institut Manajemen Koperasi Indonesia dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

 


Edegar da Conceição Savio, M.A., Ph.D. memaparkan materi kuliahnya bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Timor Leste hingga saat ini berlangsung dengan baik. Meskipun Indonesia dan Timor Leste memiliki memori masa lalu yang berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi memori masa lalu yang telah terjadi antara kedua negara telah menjadi sejarah. Saat ini hampir 75 % produk Indonesia memasuki pasar Timor Leste seperti minyak, sembako, komoditi pertanian, semen dan lain-lain. Hal itu bisa terjadi karena rekonsiliasi yang terjadi antara Timor Leste dan Indonesia adalah model yang terbaik di dunia. Hubungan yang terjadi tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dari pendidikan seperti tujuan mahasiswa Timor Leste kuliah di luar negeri adalah Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan lainnnya. 

 


Kuliah tamu ini bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswi Ilmu Sejarah dalam memberikan perspektif dan pandangan kontemporer terkait dengan wilayah tetangga Indonesia sehingga wawasan yang didapatkan mahasiswa menjadi global dan aware terhadap situasi Indonesia dan Asia Tenggara. Lebih lanjut kuliah tamu ini menjadi asupan informasi mengenai situasi kekinian dari relasi Indonesia dan Timor Leste.

 


Ke depan diharapkan dapat terjalin kolaborasi akademik antara masyarakat Timor Leste terutama mahasiswa yang ingin bersekolah untuk dapat kuliah di Universitas Sumatera Utara, sehingga dapat tersebar dan terjalin kerjasama akademik antara Timor Leste dan Indonesia melalui Universitas Sumatera Utara.


 

Berita